Pixel Code jatimnow.com

Foto: Rumah Wali Kota Blitar Disatroni Perampok

Petugas menjaga pintu gerbang Rumah Dinas Wali Kota Blitar dan melarang masuk orang yang tidak punya kepentingan. (foto-foto: Bramanta Pamungkas-Yanuar Deddy/jatimnow.com)
Petugas menjaga pintu gerbang Rumah Dinas Wali Kota Blitar dan melarang masuk orang yang tidak punya kepentingan. (foto-foto: Bramanta Pamungkas-Yanuar Deddy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dugaan perampokan dan penyekapan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso pada Senin (12/12/2022) menyita perhatian publik. Masalahnya rumah pejabat negara memiliki sistem keamanan yang cukup ketat.

Garis polisi terpasang di salah satu ruang Rumah Dinas Wali Kota Blitar.Garis polisi terpasang di salah satu ruang Rumah Dinas Wali Kota Blitar.

Terlebih dugaan perampokan itu diperkuat dengan hilangnya sejumlah uang senilai Rp400 juta dan perhiasan milik istri Wali Kota Blitar, Feti Wulandari. Adapun perhiasan itu diperkirakan senilai Rp15 juta.

Petugas memasang garis polisi guna penyelidikan atas perampokan dan penyekapan rumah dinas Wali Kota Blitar. Petugas memasang garis polisi guna penyelidikan atas perampokan dan penyekapan rumah dinas Wali Kota Blitar.

Baca juga:
Siswa SMK di Kota Blitar Terima Paket MBG Telur Mentah, Kok Bisa

Berdasarkan hasil rekaman CCTV, pelaku diduga membawa senjata tajam dan masuk melalui pintu samping barat rumah dinas yang beralamat di Jalan Sudanco Supriyadi 18 Kota Blitar.

Pengmanan dan pengawasan terus dilakukan petugas gabungan.Pengmanan dan pengawasan terus dilakukan petugas gabungan.

Baca juga:
Salahi Izin Tinggal, Imigrasi Blitar Deportasi 3 WNA Asal Pakistan

Kapolres Blitar Kota menyebut pelaku mengendarai mobil dengan nomor polisi merah. Para pelaku ini menyekap Wali Kota Blitar, Santoso bersma istri Feti Wulandari dan tiga petugas jaga dari Satpol PP Pemkot Blitar.

 
Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam