Harga Daging Ayam Naik, Peternak di Tulungagung Malah Merugi

jatimnow.com - Mahalnya harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional saat ini, sudah terjadi sejak di tingkat peternak. Namun, bukannya untung yang bertambah, peternak ayam iniĀ  mengaku malah buntung alias merugi.

Pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) dalam pakan ayam sejak bulan Januari lalu, menjadi salah satu penyebabnya.

Jika sebelum pelarangan, harga ayam di tingkat peternak berkisar 13 ribu hingga 15 ribu rupiah per kilogram, kini naik hingga 23 ribu rupiah per kilogram.

Rudi Anshori, salah satu peternak ayam dan pedagang di Tulungagung menuturkan, pasca pelarangan penggunaan AGP, biaya perawatan ayam membengkak hingga dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. "Saat ini ayam rentan terkena penyakit dan angka kematiannya juga meningkat sampai 20 persen," ujarnya.

Usia panen ayam juga ikut berubah. Jika sebelumnya ayam pedagang bisa mulai dipanen pada usia 35 hari, kini ayam baru bisa dipanen mulai usia 40 hari. Akibatnya biaya pakan ternak pun bertambah. Dalam satu hari mereka rata rata membutuhkan hingga tujuh sak pakan, untuk 2000 ekor ayam.

Selain itu untuk tetap menjaga kondisi kesehatan ayam, para peternak mulai menambah campuran bahan pakan ayam, dengan berbagai tumbuhan seperti kunyit dan jahe.

Bahkan mereka juga melakukan eksperimen dengan menambahkan aneka suplemen yang biasa dikonsumsi oleh manusia, seperti susu bear brand dan Yakult, dalam minuman ayam. "Pokoknya yang bagus dikonsumsi manusia kita kasih juga ke ayam agar tidak mudah sakit," imbuhnya.

Meskipun harganya naik, namun para peternak mengaku tidak mendapatkan keuntungan dan justru merugi. Hal ini dikarenakan harga pakan ayam yang juga ikut naik.

Sejumlah perawatan ekstra juga harus dilakukan peternak agar mendapatkan hasil panen maksimal. " Jika boleh memilih peternak pilih harga 13 ribu per kilogram dengan perawatan seperti sebelumnya," pungkas Rudi.

Reporter: Wanda R Putri
Editor: Erwin Yohanes

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top