Pixel Code jatimnow.com

Menko PMK soal Tragedi Kanjuruhan: Harus Ada yang Bertanggungjawab

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Achmad Titan
Menko PMK, Muhadjir Effendy dan rombongan saat meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan Malang pascatragedi (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Menko PMK, Muhadjir Effendy dan rombongan saat meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan Malang pascatragedi (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy meminta harus ada yang bertanggungjawab dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

Hal itu ditegaskan Muhadjir saat melihat langsung kondisi Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (2/10/2022). Dia menyesalkan peristiwa tersebut.

"Presiden memerintahkan untuk investigasi sesegera mungkin dan harus ada yang bertanggungjawab. Dari data yang saya terima korban saat ini sudah mencapai 130 jiwa," ujarnya.

Disinggung temuan usai dirinya mendatangi stadion, Muhajir mengatakan bila kondisi stadion tidak karuan.

"Pemerintahan sangat berduka atas peristiwa ini. Padahal sekarang mencoba memberikan kelonggaran dan menunju suasana endemi, kok diwarnai kejadian yang memilukan," bebernya.

Baca juga:
Persik Kediri Doa Bersama Gate 13 Stadion Kanjuruhan Malang Jelang Lawan Arema FC

Muhajir juga memastikan para korban meninggal maupun luka mendapatkan pelayanan medis sebaik-baiknya. Sebab Presiden Joko Wiodo sudah meminta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Muhadjir juga mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Sosial untuk mengatur program santunan.

Baca juga:
Manajemen Arema Hadiri Peringatan 2 Tahun Tragedi Kanjuruhan

"Untuk sementara, kompetisi dihentikan terlebih dahulu sesuai instruksi presiden. Investigasi yang dilakukan, semakin cepat semakin baik," paparnya.

Muhadjir mengimbau warga yang kehilangan sanak keluarganya ketika hadir ke Stadion Kanjuruhan dapat menelusuri informasi di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang. Di sana, terdapat 19 korban meninggal dunia yang belum teridentifikasi.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam