jatimnow alexametrics

Mentan Sebut Jeruk asal Indonesia Tak Kalah dengan Produk Impor

Editor : Arina Pramudita Reporter : Galih Rakasiwi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor IPPTP Punten Balitjesto, Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor IPPTP Punten Balitjesto, Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendatangi Kantor Inovasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Punten Balitjesto, Kota Batu, Selasa (19/10/2021).

Kedatangan mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut untuk meninjau komoditas hortikultura penting di Indonesia, yakni jeruk, yang dikembangkan di sana.

Pada kesempatan itu, Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat Indonesia agar mengkonsumsi jeruk nusantara. Mengingat hasil jeruk yang dikembangkan di Indonesia, khususnya di IPPTP Punten Balitjesto, Kota Batu, tak kalah kualitasnya dengan produk luar negeri.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Sesuai instruksi Pak Presiden, kita harus mengonsumsi produk lokal. Karena produk lokal tak kalah kualitasnya dengan produk impor. Sebaliknya komoditas jeruk harus terus dikembangkan oleh Balitjesto dan masyarakat. Sehingga jeruk nusantara bisa diekspor ke luar negeri," katanya.

Terlebih di tengah pandemi saat ini, mengonsumsi buah-buahan sebagai sumber vitamin C mampu meningkatkan imun. Menurut Yasin Limpo, buah jeruk menempati tingkat konsumsi terbanyak kedua di Indonesia setelah pisang, dengan total produksi di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 2.722.952 ton (BPS, 2021).

"Karena itu pertanian jeruk harus dikembangkan. Apalagi Batu menjadi daerah lokomotif pertanian dan pariwisata di Indonesia. Ini harus dikembangkan dan Balitbangtan melalui Balitjestro harus membantu masyarakat melalui teknologi inovatif. Sehingga bisa banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas," jelasnya.

Yasin Limpo menginstruksikan langsung agar Balitjestro kedepan bisa segera ekspor jeruk. Hal tersebut bisa dilakukan dan diharapkan terlaksana satu hingga dua tahun ke depan.

"Saya tidak mau tahu. Saya minta dengan produktivitas tanaman jeruk meningkat dari hanya 10 ton/ha menjadi 30 ton/ha di tahun 2020, atau meningkat 3 kali lipat dalam 3 dekade ini harus bisa ekspor," tegasnya.

Untuk budidaya jeruk, ia minta bisa disebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Balitjestro yang ada di Kota Batu.

"Saya juga minta jangan hanya pameran terus selesai. Tapi harus ada tindak lanjut. Apalagi di G20 untuk sektor pertanian jadi yang utama. Itu yang dilakukan oleh Amerika," terangnya.

Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah pemberangkatan ekspor buah jeruk purut (Puri Agrihorti) ke Prancis dan Belanda sebanyak 1 ton per minggu atau 4 ton per bulan dengan nilai Rp 680 juta. Diharapnya kedepan tidak hanya ekspor buah jeruk purut, tapi berbagai jenis jeruk yang dimiliki Indonesia.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif