jatimnow alexametrics

Siapa Berjumpa Italia di Final Euro 2020, Denmark atau Inggris?

Editor : Redaksi Reporter : REPUBLIKA.co.id
Euro 2020 (Foto: Wikipedia)
Euro 2020 (Foto: Wikipedia)

jatimnow.com - Italia memastikan langkahnya ke final Euro 2020 setelah mengalahkan Spanyol 4-2 lewat drama adu penalti di Stadion Wembley, London, Rabu (7/7/2021) dinihari WIB.

Dalam adu tos tosan tersebut, Jorginho tampil sebagai penentu bagi kemenangan skuad Azzurri. Bagi Italia, kemenangan tersebut makin memperpanjang rekor mereka yang belum terkalahkan menjadi 33 laga.

Pada partai final nanti, Italia menunggu hasil laga semifinal antara Denmark dan Inggris yang baru akan digelar pada Kamis (8/7/2021) dinihair WIB.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Laga Denmark menghadapi Inggris di semifinal Euro 2020 bakal digelar pada Kamis (8/7) pukul 02.00 WIB di kandang Inggris nan megah, Stadion Wembley.

Dilansir Tribal Football, Rabu (7/7), kiper Denmark Kasper Schmeichel bertekad memulangkan Inggris. Sedangkan Inggris bertekad mencapai final Kejuaraan Eropa itu untuk pertama kalinya.

Pendukung Three Lions pun secara konsisten menyerukan lagu "Football's Coming Home" yang awalnya dipopulerkan di Euro 1996.

Ditanya apa artinya jika Denmark mampu menghentikan Inggris, Schmeichel menjawab: "Apakah sepak bola itu pernah pulang? Saya tidak tahu. Apakah Inggris pernah memenangkannya? 1966? Apakah itu bukan Piala Dunia?".

Sejujurnya, Schmeichel belum memikirkan apa artinya menghentikan Inggris.

"Lebih dari itu, saya fakus pada Denmark. Saya sangat sedikit fokus pada tim Inggris," jelasnya.

Namun, Inggris bukan lagi tim yang sama dengan yang dikalahkan Kroasia dalam semifinal Piala Dunia 2018 silam. Menumpuknya talenta muda berorientasi menyerang membuat mereka yakin bakal sukses dalam Euro 2020.

Hal tersebut disampaikan bek Kieran Trippier. Trippier merupakan pencetak gol dini dari tendangan bebas dalam semifinal Piala Dunia di Rusia sebelum Kroasia menciptakan dua gol pada babak tambahan.

Tim asuhan Gareth Southgate menghadapi Denmark di Wembley dengan peluang mencapai final turnamen besar pertama sejak menjuarai Piala Dunia 1966.

"Saya kira dalam dua tahun ini tim sudah berubah banyak dan kami kini berada dalam posisi di mana kami sangat ingin menciptakan sejarah kami sendiri," ujar Trippier seperti dikutip Reuters.

"Mungkin hanya ada enam atau tujuh orang dari kami yang berasal dari tim Piala Dunia. Kami kini punya begitu banyak bakat muda yang bagus," ungkap dia.

"Dari sanalah orang melihat para pemain menyerang yang kami punya dan saya kira kami sudah mengambil langkah maju dari 2018," sambung Trippier.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif