Pixel Code jatimnow.com

Imbau Waspada Kejahatan Siber, Polisi: Contohnya SMS Berisi Tautan Mencurigakan

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Zain Ahmad

jatimnow.com - Ditreskrimsus Polda Jatim bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) telah mengungkap kasus tindak pidana pemalsuan web (scampage) 14 website resmi pemerintahan Amerika Serikat (AS), yang mengambil data dari warga terdampak Covid-19 dengan menangkap dua tersangka.

Polisi meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan teliti ketika mendapatkan sms yang berisi tautan mencurigakan.

Sebab, tautan-tautan yang tersebar melalui sms tersebut bisa mengambil data diri untuk disalahgunakan. Biasanya, domain yang digunakan website pemerintahan palsu menggunakan .ly, .com, .info, .link dan .net.

Baca juga: Sindikat Pemalsu Website Pemerintahan AS Dibongkar, 2 Orang Diamankan

Baca juga:
Polda Jatim Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem saat Libur Nataru

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar benar-benar lebih berhati-hati, lebih waspada dan juga teliti. Apalagi terhadap orang yang belum kita kenal," ungkap Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Sabtu (17/4/2021).

Selain itu, Nico juga meminta kepada masyarakat Indonesia, terutama di Jawa Timur agar tidak melakukan tindak pidana membuat website palsu, menyebarkan, dan mengambil keuntungan.

Baca juga:
Polda Jatim Ungkap Peredaran 72 Ton Bawang Bombay Ilegal Mengandung OPTK

"Peringatan bagi siapa saja supaya tidak membuat scampage atau website-website palsu untuk mencari keuntungan. Karena kejahatan siber itu berbahaya," tegasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam