Pilkada Mojokerto 2020

Harga Jual Produk Pertanian dan Ketersediaan Pupuk Jadi Prioritas Yoko

jatimnow.com - Calon Bupati Nomor Urut 2 Yoko Priyono terus berkampanye menyampaikan visi misi dan program yang dimiliki untuk membangun serta memajukan Kabupaten Mojokerto.

Kali ini Yoko Priyono meninjau langsung ke pabrik pupuk PT Saraswanti di Dusun Adi Sono, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Rombongan Yoko Priyono disambut langsung Wakil Direktur Pemasaran PT Sarawanti Muhammad Mulyadi. Menurut Mulyadi, dirinya mendapat kehormatan dengan kedatangan calon bupati dengan jargon Mojokerto Emas tersebut.

"Perusahaan memang tidak lepas dari interaksi dengan pemerintah dan masyarakat. Kami membutuhkan kaitan yang baik dengan pemerintahan. Baru kali ini ada ada calon pemerintah yang datang ke tempat kami. Ini suatu kehormatan bagi kami. Terus terang saja, di dalam kami misal membuat perizinan itu tidak mudah, sulit sekali. Kita tahu semua bukan suatu rahasia lagi jalurnya begitu panjang," ungkap Mulyadi, Kamis (26/11/2020).

Menurut Mulyadi, dengan kedatangan Yoko ke tempatnya, Yoko bisa mendengar apa yang menjadi keluhan. Harapannya, pupuk produksinya bisa digunakan langsung oleh masyarakat yang saat ini masih relatif sedikit.

"Harapan saya ke Pak Yoko, pertama bisa membantu berkaitan dengan kami mengembangkan usaha. Nanti perizinan bisa dibantu, sosialisasi kepada masyarakat khususnya pertanian. Harapan kami juga kepada Pak Yoko agar bisa ditingkatkan lagi kerjasama dan harmonisasi tentang investasi di Mojokerto ini," tambah Mulyadi.

Sementara Yoko Priyono menjelaskan, salah satu visi misinya adalah mempermudah proses perijinan dan gratis bagi investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Mojokerto.

"Pertama saya melakukan kunjungan ke pabrik pupuk, saya ingin memperoleh informasi terkait kelangkaan pupuk di petani. Terus bagaimana masalah kesejahteraan pegawainya, kan saya harus tahu," tutur Yoko.

Calon bupati yang diusung Golkar dan PPP serta didukung Partai Gelora ini juga ingin tahu menjadi kesulitan para investor yang ingin menanam investasi di Kabupaten Mojokerto.

"Apa yang menjadi kesulitan bagi para investor akan kita cari sebuah solusinya. Akhir-akhir ini di Kabupaten Mojokerto banyak keluhan para investor, ada yang lari ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, ini ada apa masalahnya. Oleh karena itu saya kepingin memperoleh informasi dan masukan secara langsung, adakah kebijakan dari pemerintah daerah ini yang kurang menguntungkan bahkan kurang menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi di Mojokerto itu tujuan saya," papar Yoko.

Menurut Yoko, terkait kelangkaan pupuk di kalangan petani, pemerintah daerah harus bisa memetakan lahan pertanian di Kabupaten Mojokerto.

"Katakan kalau kita sudah memetakan, berapa luas tanam yang tiga kali, dua kali itu berapa hektar, kita harus rencanakan sejak awal. Kalaupun kita belum petakan sejak awal dikala petani membutuhkan pupuk, ya karena kita tidak siap data," ungkapnya.

Yoko juga menyiapkan strategi agar harga jual produk pertanian hasil tinggi dengan disertifikasi agar menguntungkan para petani.

"Yang jelas petani ini caranya untuk mengurangi beban satu dengan memakai mekanisasi pertanian. Kedua untuk swasembada pangan khususnya padi, sudah mencukupi apa tidak. Kalau sudah mencukupi, barangkali masyarakat ini harus lebih sejahtera, harus didorong untuk disertifikasi usaha pertaniannya yang lebih menguntungkan petani," pungkasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top