Mencicipi 'Lentho Demit', Gorengan Pedas yang Dijual Hanya Malam Hari

jatimnow.com - Gorengan lentho bagi warga Bumi Reog sangat popular. Lentho yang terbuat dari kacang tolo dan juga bisa dari kacang hijau itu biasa disandingkan sebagai lauk nasi pecel Ponorogo.

Salah satu penjual lentho yang banyak dikunjungi pembeli adalah Katiyem (70). Warga Jalan Kawung itu menjual 'Lentho Demit'.

"Saya namakan lentho demit karena menjualnya pada malam hari selepas Isya sampai pukul 02.00 Wib," kata Katiyem, Sabtu (26/9/2020).

Ia bercerita, awalnya dirinya sejak berjualan sejak Tahun 1974. Saat itu dirinya menjual seperti roti lapis, wingko babat. Namun tidak bertahan lama hanya satu tahun.

"Banyak saingannya. Malah lentho itu belum ada saingannya. Saya akhirnya memilih jual lentho," terang dia.

Ia memilih menjual pada malam hari karena alasannya agar tidak ada saingannya.

"Yang jual lentho kan biasanya pagi sampai sore. Saya memilih malam. Karena kalau malam kadang orang juga perlu camilan," ujar dia.

Selain karena jual malam, kata dia, kata demit disematkan para pelanggan pasalnya lentho buatannya super pedas. Katiyem memberikan cabai rawit utuh diadonannya.

Ia hanya istirahat setelah berjualan pukul 01.00 Wib hingga pukul 04.00 Wib dan kemudian bersiap ke pasar untuk membeli bahan-bahan lentho.

"Saya beli ketela 25 kilogram, kedelai 20 kg, gaplek 2 kg, tepung 9 kg. Kemudian juga bahan-bahan membuat piya-piya seperti wortel 5 kg, kol 7 kg. Semuanya total Rp 700 ribu," terangnya.

Dirinya biasa mengadon bahan-bahan lentho demit dibantu anaknya. Untuk menggoreng, ia menggunakan penggorengan dengan menggunakan kayu bakar.

"Sehari-hari bisa menjual hingga seribu biji lentho dan seribu pita-piya. Kalau jam 1 malam ndak habis, saya setorkan ke pasar," jelasnya sambil menyebut sehari dirinya dapat bisa mengantongi uang lebih Rp 1 juta. 

 

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top