Pilwali Surabaya 2020

Warga Kalibutuh Bersatu Dukung Machfud Arifin Jadi Wali Kota Surabaya

jatimnow.com - Ratusan warga dan tokoh masyarakat Kalibutuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya kompak menyatakan dukungannya kepada Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin untuk menjadi wali kota Surabaya.

Pernyataan tersebut diikrarkan ketika para warga dan tokoh masyarakat mengadakan pertemuan bersama dengan mantan Kapolda Jatim yang karib disapa dengan Cak Machfud tersebut.

"Para tokoh masyarakat dan agama di wilayah Kalibutuh yang hadir di sini semuanya sepakat mendukung dan akan menyuarakan Pak Machfud Arifin di masyarakat," kata tokoh masyarakat Kalibutuh, Imam Bukhori saat acara sapa warga dengan Machfud Arifin di Balai RW O6, Kalibutuh Barat, Selasa (4/8/2020) malam.

Ia mengatakan, Surabaya membutuhkan pemimpin yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang jelas. Karakter yang dibutuhkan masyarakat tersebut ada pada sosok Machfud Arifin.

"Kami di Surabaya membutuhkan pemimpin yang berpengalaman seperti Pak Machfud Arifin agar aspirasi masyarakat dapat terealisasi dan Surabaya menjadi lebih maju dari saat ini," lanjutnya.

Imam juga mengatakan, bahwa warga di Kalibutuh sengaja mengundang mantan Kapolda Jatim itu untuk menceritakan apa yang menjadi permasalahan di kampung mereka selama ini. Khususnya soal pembangunan kampung.

“Kita melihat kondisi Surabaya yang seperti ini dengan PAD yang begitu besar, tapi kenyataannya banyak pembangunan yang belum menyentuh masyarakat,” jelasnya.

Pertemuan warga dengan Machfud Arifin sendiri merupakan inisiatif warga. Warga mengaku ingin memiliki pemimpin yang layak untuk memimpin Surabaya ke depan.

“Jadi kita yang mengundang beliau, bukan beliau yang meminta kita. Tapi kita yang mengundang beliau, begitu. Karena saat ini kita membutuhkan pemimpin seperti Pak Machfud,” lanjutnya.

Selain itu, Imam mengungkapkan jika masyarakat berharap Cak Machfud mampu menuntaskan persoalan Surat Ijo yang hingga kini belum selesai. Dia yakin dengan pengalaman di bidang hukum, Machfud Arifin mampu mengatasi masalah kependudukan tersebut.

Sebagaimana diketahui, persoalan Surat Ijo di masyarakat Surabaya hingga kini belum menemukan titik terang. Tentunya hal ini tidak menguntungkan bagi masyarakat karena terdapat kewajiban untuk membayar pajak untuk tanah yang mereka tidak miliki.

"Insya Allah jika Pak Machfud Arifin kita amanahkan menjadi wali kota Surabaya, permasalahan masyarakat dapat terselesaikan, termasuk Surat Ijo yang hingga saat ini belum selesai. Maka dari itu kita harus mengupayakan beliau menjadi wali kota Surabaya," tandasnya.

Pertemuan Machfud Arifin dengan warga Kalibutuh Surabaya

Senada, Nur warga Kalibutuh juga mengatakan selain persoalan surat ijo, masyarakat juga berharap kepada Cak Machfud memperbaiki perekonomian warga yang saat ini tengah porak-poranda karena Pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Wanita berkerudung itu pun bersyukur setelah mengetahui permasalahan ini juga menjadi perhatian Cak Machfud.

"Alhamdulillah Pak Machfud Arifin telah memiliki rencana yang matang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Cara beliau salah satunya dengan memanfaatkan UMKM, ini nantinya akan difasilitasi dan diberikan pelatihan secara menyeluruh dan pasarnya pun juga akan diperluas hingga ke luar daerah dengan bantuan istri beliau," katanya.

"Jika Pak Machfud Arifin menjadi wali kota Surabaya, masyarakat yang akan diuntungkan. Karena beliau memiliki istri yang telah terbukti berkontribusi meningkatkan UMKM di Indonesia," tambah Nur.

Sementara itu, Machfud Arifin yang mendengar keluhan warga langsung menanggapi dan akan menampung semua keluhan warga yang berada di Kecamatan Bubutan itu. Ia pun berjanji jika kelak dirinya terpilih menjadi wali kota Surabaya akan berusaha semaksimal mungkin.

“Kedepan saya ingin berbuat untuk kepentingan rakyat Surabaya. Saya ingin membangun Surabaya secara utuh dan lebih maju lagi," tegasnya.

Dukungan warga dan tokoh masyarakat Kalibutuh kepada Machfud Arifin

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top