Pasien Positif Covid-19 di Ponorogo Bertambah 10 Orang

jatimnow.com - Santri Pondok (Ponpes) Modern Darussalam Gontor 2 kembali mencatatkan penambahan kasus positif Covid-19 di Ponorogo. Dari total 10 kasus baru, 5 di antaranya dari santri Gontor 2 itu.

"Di Ponorogo terdapat penambahan 10 kasus baru Covid-19. Lima orang adalah santri Gontor 2," ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Sabtu (18/7/2020).

Dia menambahkan, 5 orang santri itu merupakan hasil tracking dari kasus sebelumnya. Kelima santri itu sebelumnya di-rapid test dengan hasil reaktif, dilanjutkan dengan tes swab.

"Setelah dilakukan pengambilan swab didapatkan hasil PCR positif. Semenjak dinyatakan reaktif mereka sudah melakukan isolasi di fasilitas isolasi yang disediakan pondok," terang Bupati Ipong.

Menurutnya, seperti santri yang sebelumnya positif, kelima santri itu juga akan dibawa ke Surabaya untuk dirawat di Rumah Sakit Lapangan Jalan Indrapura.

"Karena sesuai kesepakatan, santri asal Gontor yang terkonfirmasi dirawat di Rumah Sakit Lapangan," jelas Bupati Ipong.

Pasien berikutnya yaitu suami istri yang berusia masing-masing 49 tahun dan 38 tahun. Suami istri ini merupakan warga Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal.

Menurutnya, kasus itu berawal dari suami yang mengeluh demam, batuk dan sesak kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit. Setelah di-rapid test, hasilnya reaktif. Istrinya yang mengantar juga batuk pilek, sehingga di-rapid test dan hasilnya reaktif.

"Setelah dilakukan pengambilan swab, hasil PCR keduanya positif. Hasil tracing sementara, terdapat empat orang kontak erat dan masih akan dilakukan penelusuran lebih lanjut," jelas Bupati Ipong.

Pasien berikutnya adalah laki-laki berusia 58 tahun. Pasien ini adalah pengasuh sebuah pondok pesantren di Magelang, Jawa Tengah. Pasien ini pulang dari Magelang pada 3 Juli 2020 karena sakit.

"Sempat di rumah selama beberapa hari, kemudian tanggal 13 Juli memeriksakan diri ke RS, hasil rapid test reaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif," ungkapnya.

Hasil tracing sementara didapatkan empat orang kontak erat pasien tersebut selama di Ponorogo dan selanjutnya akan dilakukan pengambilan swab.

Lalu pasien perempuan berusia 31 tahun warga Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman. Pasien ini kontak erat dengan pasien nomor 48 karena satu kantor. Pasien ini masuk dalam Klaster Ronowijayan.

Terakhir adalah pasien laki-laki berusia 35 tahun warga Desa Winong, Kecamatan Jetis, yang juga hasil tracing dari pasien nomor 48 atau Klaster Ronowijayan.

Kata Bupati Ipong, hasil penelusuran, keluarga pasien ini berada di Surabaya dan selama ini pasien itu sering pulang pergi Surabaya-Ponorogo. Pasien ini dimungkinkan menjadi sumber penularan dari klaster tersebut.

"Saat ini pasien tersebut sedang berada di Surabaya dan akan dirawat isolasi di sana," tandasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top