Pandemi Covid-19

New Normal Tempat Ibadah hingga Pariwisata di Ponorogo Siap Diterapkan

jatimnow.com - Genap satu bulan uji coba penerapan new normal di Kabupaten Ponorogo dilakukan. Tahapan evaluasi untuk beberapa sektor juga sudah dilakukan pemerintah setempat untuk menuju fase new normal.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan, hasil uji coba dan evaluasi untuk beberapa sektor selama satu bulan ini cukup bagus. Sehingga meski belum berubah status dari zona kuning menjadi zona hijau, tapi new normal akan diterapkan.

"Ada tiga sektor yang akan kami terapkan new normal, yaitu sektor agama atau tempat ibadah, sektor ekonomi atau perdagangan dan sektor parwisata. Jumat nanti rencananya," jelas Bupati Ipong, Rabu (1/7/2020).

Menurut Bupati Ipong, dimulainya new normal di Ponorogo pada Jumat (3/7/2020), akan ditandai dengan ziarah ke makam Mbah Ageng Muhamad Besari, sekaligus Salat Subuh di Masjid Tegalsari.

"Nanti habis itu sepedaan (bersepeda). Nah, Salat Jumat saya di Masjid Agung. Dua itu sudah sektor wisata religi dan peribadatan. Itu yang bakal menandai new normal di Kabupaten Ponorogo," tegasnya.

Kedua, Bupati Ipong akan membuka wisata alam, seperti Telaga Ngebel, Gunung Beruk hingga Gunung Gajah. Sedangkan untuk sektor ekonomi, seperti warung, pasar, sentra pedagang kaki lima (PKL), kegiatan kesenian dan hajatan.

"Tiga sektor itu sudah kita lakukan uji coba new normal yaitu dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat," paparnya.

Tidak hanya para pelaku di tiga sektor itu saja yang harus siap dengan era new nomal. Masyarakat juga harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat jika berada di tiga sektor tersebut.

"Kami merekrut relawan untuk kampanye atau melakukan sosialisasi dan edukasi new normal kepada seluruh masyarakat. Juga menyiapkan alat edukasi dan alat untuk pelaksanaan protokol kesehatan, seperti masker, face shield dan hand sanitizer yang kami bagikan gratis," pungkasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top