Napi Narkoba Ubah Wajah Seram Lapas Pasuruan dengan Lukisan Air Brush

jatimnow.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pasuruan yang terkesan angker kini telah hilang dengan sentuhan lukisan air brush dari seorang narapidana (napi). Berbagai lukisan bertema alam memanjakan mata para pengunjung.

Hamparan lukisan yang terbentang di dinding pagar tembok bagian dalam Lapas Pasuruan itu dilukis oleh seorang napi kasus narkoba bernama Edy Siswanto alias Edy Tato.

"Awalnya pagar dalam lapas ini polos tidak ada seninya. 1 tahun 6 bulan dipenjara disini, saya merasa terpanggil dan direspon oleh Pak Kepala Lapas, dengan tantangan melukis di dalam," kata Edy Tato, Selasa (30/6/2020).

Saat ini sudah ada 3 spot yang sudah dilukis oleh Edy Tato. Dan saat ini, proses lukis air brush dilakukannya di bagian pojok belakang pagar dalam lapas.

Semua lukisan di dinding tembok pagar itu sengaja dibuat di lorong jalan menuju aula tempat pembesukan napi. Itu memang disengaja untuk memanjakan mata para pembesuk.

"Yang sudah saya lukis ada pemandangan air terjun, pepohonan yang ada 3 kuda berlarian. Dan saat ini saya proses buat air terjun lagi. Untuk di Masjid Lapas, saya sudah bikin kaligrafi," ungkap pria asal Sidoarjo ini.

Sebelum dipenjara dalam kasus narkoba, Edy menceritakan jika dirinya memang berprofesi sebagai pelukis. Mulai dari bak truk, kanvas hingga kaca. Omsetnya pun perbulan bisa mencapai puluhan juta.

"Biasanya kalau lukisan kanvas, para napi di sini meminta saya melukis wajah istrinya. Sebagai obat rindu katanya.

Dari para petugas juga banyak. Baru sekali ini melukis dinding," tutur pria yang memiliki istri 4 yang dikaruniai 9 anak ini.

Selama menjalani hukuman di Lapas Pasuruan, ia ingin berdedikasi mengubah warna tembok Lapas Pasuruan agar tampak nilai seninya.

"Habis ini, saya mau melukis di ruang registrasi para pembesuk. Biar saat antre mereka kerasan," terangnya.

Sementara itu, Kalapas Pasuruan Wahyu Indarto mengatakan jika lukisan yang dibuat oleh Edy Tato ini membuat para Kepala Lapas di Jawa Timur iri. Mereka meminta Edy Tato dipindah ke lapas lainnya agar juga bisa dilukis.

Selain Lapas Pemuda Madiun, bahkan Kepala Lapas Nusakambangan dan Lapas Cibinong pun meminati jasa keahlian Edy dalam melukis tembok.

"Kata Kalapas Nusakambangan, pindain ketempat ku saja, nanti sebulan dua bulan saya kembalikan ke Lapas Pasuruan. Tapi mas Edy-nya nggak mau, minta tetap di Lapas Pasuruan," pungkasnya.

 

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top