jatimnow alexametrics

Data Covid-19 di Jatim Diklaim Valid dan Sesuai SOP Kemenkes

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Farizal Tito Zain Ahmad
Peta persebaran Covid-19 di Jatim
Peta persebaran Covid-19 di Jatim

jatimnow.com - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono mengklaim bahwa data kasus Covid-19 yang dipublikasikan Pemprov Jawa Timur merupakan data yang valid dan riil. Terlebih, alur collecting datanya sudah sesuai dengan SOP dari Kementerian Kesehatan/Kemenkes RI.

"Jadi data yang kami publikasikan lewat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 adalah data valid dan riil yang di input oleh Dinkes Kabupaten/Kota masing-masing. Penghimpunan datanya dikumpulkan dari laboratorium jejaring lewat aplikasi Kemenkes yang kemudian diteruskan ke provinsi dan diverifikasi langsung oleh kabupaten/kota," kata Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (19/6/2020).

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/hotel-sahid-surabaya-2222-best-wedding-dates.jpg

Ia menjelaskan, data yang berasal dari Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) milik Kemenkes sudah terdapat keterangan by name by address dan kabupaten/kota. Selanjutnya, data tersebut dibagikan ke kabupaten/kota oleh Pemprov Jatim sesuai dengan alamat dari PHEOC Kemenkes.

"Data yang kami kirim ke tiap kabupaten/kota kemudian akan ditracing dan diverifikasi langsung masing-masing dinkes. Kemudian mereka jugalah yang entri data langsung ke aplikasi Covid-19 Jatim. Artinya data-data yang muncul murni hasil hasil entrian dinkes kabupaten/kota berdasar hasil klarifikasi dan tracing lapangan," paparnya.

Heru yang juga Komandan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim ini menambahkan bahwa waktu input ke aplikasi Covid-19 Jatim deadlinenya hingga pukul 16.00 Wib setiap harinya.

Namun, dalam beberapa hari terakhir Pemprov memundurkan batas waktu entri hingga pukul 19.00 Wib untuk memfasilitasi dinkes kabupaten/kota yang belum clear verifikasinya. Salah satunya yaitu Dinkes Kota Surabaya.

Dicontohkan, seperti kasus kemarin per Kamis (18/6) data dari PHEOC ada 269 kasus dengan alamat Kota Surabaya. Kemudian, Gugus Tugas Provinsi langsung menyerahkan data tersebut ke Dinkes Surabaya sehigga pukul 19.00 Wib hanya dideclare 121 kasus.

Sedangkan, untuk kasus sisanya atau sebanyak 148 kasus yang beralamat Surabaya tersebut akan diverifikasi besoknya.

Untuk itu, menurut Heru, terkait data yang dipublikasikan ini jangan sampai di polemikkan. Apalagi, data pada peta sebaran yang dipublikasikan ke publik merupakan data hasil entrian oleh masing-masing dinkes kabupaten/kota. Dimana, username dan passwordnya juga dipegang oleh masing-masing operator dinkes kabupaten/kota.

"Jadi dari pihak Provinsi tidak pernah mengintervensi data dari kabupaten/kota. Ini penting, karena kami sangat menghargai otonomi dan kerja keras dari tiap-tiap dinkes kabupaten/kota," tandas sekdaprov yang pernah menjabat Bupati Tulungagung ini.

Heru berpesan, di era pandemi seperti saat ini mari bersama saling menghindari konflik. Terlebih, diketahui bersama bahwa transparansi data sangatlah penting.

Data sebaran kasus Covid-19 di tiap kabupaten/kota juga secara transparan telah dibuka oleh Gugus Tugas Pusat maupun berbagai macam lembaga independen seperti KawalCovid dan LaporCovid.

Bahkan, dari web tersebut masyarakat bisa melakukan check data sebaran di masing-masing kabupaten/kota di Jatim.

"Jadi sekali lagi pandemi ini adalah tanggung jawab kita bersama baik pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh elemen masyarakat. Karenanya, baik pemerintah provinsi tidak akan mengeluarkan informasi yang tidak sesuai kondisi lapangan. Berdosa," pungkas Heru.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif