jatimnow alexametrics

Ritual dan Santet Jadi 'Senjata' Pelaku Pencabulan 7 Anak Sesama Jenis

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mita Kusuma
Pelaku pencabulan 7 anak sesama jenis digiring sejumlah anggota Polres Ponorogo
Pelaku pencabulan 7 anak sesama jenis digiring sejumlah anggota Polres Ponorogo

jatimnow.com - Fakta baru terungkap dalam kasus pencabulan yang dilakukan pria berinisial AS (32) terhadap 7 anak sesama jenis di Ponorogo. Sebelum menyodomi korban, pelaku mengajak korban melakukan sederet ritual dengan dalih membersihkan aura negatif.

Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan, selain menjalankan bisnis angkringan, pelaku juga mengaku sebagai paranormal.

"Kepada korban, pelaku mengaku sebagai dukun (paranormal)," ujar Nur Aziz, Jumat (19/6/2020).

Nur Aziz menyebut, dengan berpura-pura menjadi paranormal itulah pelaku kemudian mengajak para korban mengikuti ritual agar aura negatif korban bisa dibersihkan. Para korban diajak ke kos pelaku. Untuk menyakinkan korban, pelaku menunjukkan jimat dari bulu perindu.

Baca juga:  

"Pelaku bilang bahwa bulu perindu bisa menghilangkan aura negatif," terangnya.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

Saat korban sudah terperdaya, pelaku meminta korban untuk telanjang. Dari sinilah pelaku menyodomi korban.

"Setelah melampiaskan hasrat seksualnya, pelaku mengancam korban agar tidak memberitahu siapapun. Pelaku mengancam akan menyantet para pelaku," papar Alumni AKPOL 2002 ini.

Aksi bejat pelaku terbongkar setelah salah satu korban yang masih berusia 16 tahun bercerita ke orangtuanya bahwa duburnya sakit. Setelah didesak orangtuanya, korban mengaku telah disodomi pelaku.

Setelah orangtua korban melapor, anggota Unit Resmob Satreskrim Polres Ponorogo langsung mengumpul alat bukti. Setelah terpenuhi, pelaku langsung ditangkap.

Dalam pemeriksaan juga terungkap bahwa selama ini pelaku hanya memiliki hasrat seksual kepada sesama jenis. Kelainan seksual itu muncul sejak pelaku pulang dari Malaysia sebagai TKI. Dan hingga ditangkap, pelaku masih berstatus bujang.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE