jatimnow alexametrics

Pasien Covid-19 yang Sembuh akan Didampingi Mahasiswa Kedokteran

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Zain Ahmad
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut tidak ingin pasien yang dinyatakan sembuh dari Virus Covid-19 ketika pulang ditolak oleh keluarga maupun lingkungan tempat tinggalnya.

Bagi pasien yang sembuh diminta transit atau menginap sementara di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur selama dua hingga tiga hari.

"Khusus untuk pasien sembuh, kita sudah mengkoordinasikan beberapa kali untuk bisa mendapatkan semacam konseling," ujar Gubernur Khofifah, Minggu (8/6/2020) malam.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Tadi juga saya udpate lagi ke Dokter Joni supaya kalau mereka berkenan bisa transit di BPSDM. Transitnya 2 atau 3 hari sambil menyiapkan (sosialisasi agar pasien sembuh bisa diterima) mungkin ke tetangga kanan-kiri bahkan mungkin anggota keluarganya," ujar dia.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuadi menerangkan rumah sakit darurat telah merawat 50 pasien. Dari jumlah tersebut yang sudah sembuh 13 pasien.

Namun, ada persoalan yang dihadapi yakni pasien yang sembuh dan diperbolehkan pulang ternyata ada penolakan dari keluarganya maupun lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

"Ternyata tidak mudah memulangkan pasien yang terkena Covid-19. Pengalaman kami kemarin memulangkan 10 orang (sembuh), ternyata ada masalah," kata dr Joni.

Ia menyebut ada keluarga yang tidak mau menerima pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

"Ada satu yang keluarganya masih minta agar pasien tersebut dirawat terus di rumah sakit darurat. Jadi nggak diterima oleh keluarganya," terangnya.

"Kita menginginkan dia bisa diterima di keluarganya maupun di lingkungannya. Nah ini nanti kami sudah koordinasi dengan para dandim, karena memang sudah ditugaskan oleh pangdam. Untuk pasien pasca hospital ini dilakukan sosialisasi dan ditugaskan oleh para dandim agar babinsanya akan menjemput nanti agar bisa diterima oleh masyarakat," terangnya.

dr Joni yang juga Direktur Rumah Sakit dr Soetomo ini menerangkan, pasien positif Covid-19 yang kemudian dalam perawatan dan menjadi negatif itu tidak serta merta harus dilepas tetapi harus dievaluasi.

Untuk itu, Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jatim akan melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) untuk ikut membantu mengevaluasi dan memberikan konseling dengan di bawah koordinasi dokter ahli.

"Akan melibatkan para mahasiswa kedokteran untuk melakukan surveilance, melibatkan dinas kesehatan sebagai pembimbing surveilance pasca hospital," katanya sambil menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dekan Fakultas Kedokteran Unair.

"Mereka tidak bisa masuk ke rumah sakit, tidak masuk ke Fakultas Kedokteran karena belajarnya dari rumah. Kita carikan pekerjaan juga yang sesuai dengan ilmunya supaya bisa monitor by IT (informasi teknologi) by WA (WhatsApp)," terangnya.

Setiap mahasiswa kedokteran akan memonitor satu atau dua orang pasien yang akan hendak pulang.

Mereka akan menanyakan progres pasien selama di rumah sakit, apa kendala yang dihadapi ketika sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

"Kalau dua orang, tiga orang pasien dimonitor oleh mahasiswa kedokteran dibantu oleh kawan-kawan dokter konsultan," katanya.

"Selama di rumah sakit diapakan saja, progresnya apa, kesulitannya apa, kemudian dua hari sebelum pulang dilakukan sosialisasi ke keluarganya by IT by WA, tidak bisa kontak langsung. Itu akan smooth landing-nya," tandasnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif