jatimnow alexametrics

Wabah Virus Corona

Ingat! Avigan dan Chloroquine Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Mandiri

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Chloroquine hanya boleh dikonsumsi dalam pengawasan dokter maupun tenaga kesehatan lainnya
Chloroquine hanya boleh dikonsumsi dalam pengawasan dokter maupun tenaga kesehatan lainnya

jatimnow.com - Salah satu dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair), Mahardian Rahmadi menyebut bahwa penggunaan obat Avigan dan Chloroquine sebagai obat untuk menangani Virus Corona (Covid-19), tidak dianjurkan dikonsumsi secara mandiri.

"Harus ada monitoring dari tenaga medis. Avigan merupakan nama dagang obat favipiravir yang dikembangkan oleh Toyama Chemical, grup dari Fujifilm. Favipiravir digunakan untuk menangani infeksi Virus RNA," jelas Mahardian, Rabu (1/4/2020).

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/hotel-sahid-surabaya-2222-best-wedding-dates.jpg

Favipravir telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jepang sejak Tahun 2014 untuk mengobati berbagai virus yang tidak responsif pada antivirus yang sudah ada.

Favipravir juga telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk digunakan sebagai antivirus untuk mengatasi influenza.

"Sementara Chloroquine merupakan obat yang sudah lama digunakan untuk mengatasi infeksi parasite, khususnya plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria," jelasnya.

Dosen Fakultas Farmasi Unair, Mahardian RahmadiDosen Fakultas Farmasi Unair, Mahardian Rahmadi

"Pada berbagai penelitian invitro (tidak pada makhluk hidup manusia atau hewan) sebelumnya, chloroquine efektif sebagai antiviral melawan berbagai jenis Virus RNA termasuk SARS-CoV1, Virus hepatitis A, Virus hepatitis C, Virus Influenza A dan B, Virus flu burung (H5N1), Virus Dengue, Virus Zika dan lain-lain," tambahnya.

Bukan tanpa alasan kedua obat ini dipilih untuk menangani Covid-19. Mahardian mengungkapkan bahwa menurut beberapa penelitian, hasil uji klinik di berbagai negara, favipiravir dan chloroquine cukup efektif untuk mengatasi infeksi virus SARS-Cov2 (virus penyebab Covid-19).

Meskipun untuk memastikannya, perlu pengujian dengan jumlah pasien yang lebih banyak lagi. Selain itu, Chloroquine juga ditengarai memiliki aktivitas sebagai anti radang dan immunomodulator yang dapat membantu proses pemulihan pada pasien Covid-19.

Sebagai seorang apoteker dan akademisi, Mahardian mengaku setuju dengan pilihan yang dibuat oleh pemerintah. Menurutnya dengan adanya data uji pre klinis yang menjanjikan dan bukti bahwa kedua obat tersebut sudah banyak digunakan oleh berbagai negara, Avigan dan Chloroquin merupakan pilihan yang cukup baik.

"Keamanannya juga sudah relatif terjamin karena kedua obat tersebut sudah menjalani berbagai tahapan uji klinis dan sudah lama digunakan untuk penyakit lain," imbuhnya.

Mahardian pun mengungkapkan pendapatnya terkait fenomena masyarakat memborong obat-obatan tersebut. Karena penggunaan Avigan dan Chloroquine itu perlu adanya pengawasan.

"Sebaiknya kedua obat tersebut hanya digunakan di rumah sakit, di bawah pengawasan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Terlalu berisiko bagi masyarakat untuk menggunakan obat tersebut tanpa resep dokter," ujar Dosen Departemen Farmasi Klinis Unair itu.

Mahardian menambahkan, kedua obat tersebut sebaiknya hanya diberikan pada para pasien yang positif mengidap Covid-19 dengan pengawasan ketat dari para tenaga medis.

"Sama seperti obat-obatan pada umumnya, Chloroquine juga dapat menimbulkan efek samping. Untuk itulah masyarakat harus sangat berhati-hati dan tidak sembarangan dalam mengonsumsi obat," tegasnya.

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif