Piala Gubernur Jatim 2020

Melihat Dampak Kerusuhan Antar Suporter di Kota Blitar

jatimnow.com - Pascakerusuhan antar suporter di luar Stadion Soeprijadi Kota Blitar, kepolisian melakukan pendataan dan identifikasi sejumlah kerusakan. Tercatat ada 13 kendaraan yang rusak.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard Sinambela mengatakan, jumlah motor yang rusak terdiri dari 2 unit terbakar habis, 6 unit terbakar sebagian dan 5 unit dirusak.

"Kemudian ada tiga motor lain tertinggal. Mungkin massa yang bentrok lari, sehingga ditinggal. Kondisi tiga motor ini utuh hanya lecet sedikit," terang Leonard, Rabu (19/2/2020).

"Kami menghimbau pemiliknya silahkan datang dengan membawa bukti kepemilikan. Yang kondisinya bisa kita identifikasi, akan kami koordinasikan dengan Pemprov (Jawa Timur) dan sudah ada statement terkait upaya ganti rugi kerusakan," tambahnya.

Untuk kerusakan mobil, Leonard mengaku belum ada pemilik yang melapor. Warga juga diminta untuk melapor bila ada kerusakan mobil maupun kerugian lain yang ditimbulkan akibat kerusuhan pada Selasa (18/2/2020) tersebut.

Untuk korban luka, dari yang sebelumnya dilaporkan dua orang, bertambah menjadi empat orang. Satu di antaranya sudah menjalani rawat jalan.

Baca juga:  

Sedangkan informasi penjarahan yang dilakukan suporter, Leonard menegaska hingga hari ini belum ada yang melapor. Warga yang merasa dirugikan diminta untuk segera melapor ke polisi maupun ke Pemkot Blitar.

Sejumlah suporter dievakuasi menggunakan truk untuk diantar ke tempat asalnyaSejumlah suporter dievakuasi menggunakan truk untuk diantar ke tempat asalnya

Alumni AKPOL 2000 ini mengakui terjadi gesekan susulan antara suporter dengan warga di beberapa titik. Titik terparah ada di sekitar Jalan Bengawan Solo di Simpang Empat Pasar Pahing dan di Simpang empat Poluhan, Srengat.

Gesekan itu terjadi saat petugas mengevakuasi sisa suporter menuju Surabaya. Suporter yang tertinggal itu diangkut petugas menggunakan kendaran terbuka.

"Kami evakuasi mereka menggunakan 17 truk menuju Surabaya," tegas Leonard.

Meski begitu, mantan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ini menyatakan bahwa semua personel keamanan yang terlibat saat itu menjalankan tugas dengan baik. Semua bergerak cepat sehingga kerusuhan dapat diredam dengan cepat dan tidak sampai meluas.

Kerusuhan di luar stadion tidak mengganggu jalannya pertandingan antara Persebaya dan Arema FC saat itu. Sebab selain tanpa penonton, petugas keamanan juga menjaga ketat pintu masuk stadion sehingga para suporter tidak sampai masuk ke dalam stadion.

Pertandingan semifinal itu dimenangkan Persebaya setelah mengalahkan Arema FC dengan skor 4-2. Persebaya akan bertemu Persija di Final Piala Gubernur Jatim pada Kamis (20/02/2020) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top