Pixel Code jatimnow.com

Melihat Keseruan Kompetisi Berkuda di Pasuruan

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Moch Rois
Ajang kompetisi berkuda di Taman Safari
Ajang kompetisi berkuda di Taman Safari

jatimnow.com - Para komunitas olahraga berkuda lintas Jawa Timur dan Bali mengikuti ajang kompetisi di arena Equestrian Taman Safari Indonesia II, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (23/11/2019).

Founder Emporium Horse Club, Bagus Indra Prasetya mengatakan ajang ketangkasan menunggang kuda pada kompetisi Fun Equestrian Games merupakan salah satu cara dalam mencari bibit atlit baru di cabang olahraga berkuda.

"Salah satu tujuannya memberikan wadah untuk para calon atlit baru. Kalau mereka sudah tidak grogi di kompetisi ini, maka goalnya mereka akan mampu ke kompetisi kejuaraan nasional," katanya.

Ia menjelaskan, dalam kompetisi ini ada dua kategori yaitu Dressage dan Show Jumping. Semua kategori cabang tersebut dilombakan dalam lapangan berukuran 48 meter x 36 meter.

Baca juga:
Rektor Cup 2025, Bentuk Komitmen UIN KHAS Jember Bangun Generasi Unggul

Untuk Dressage, keserasian baik dari rider maupun kudanya pada saat melakukan suatu gerakan akan dinilai juri.

"Keterampilan dan pengalaman rider sangat menentukan untuk menunjukan kelincahan dan keluwesan dari tiap gerakan yang dihasilkan," terangnya.

Sedangkan Show Jumping, rider harus menyelesaikan sebuah lintasan yang telah ditentukan sebelumnya tanpa menjatuhkan rintangan.

Baca juga:
Bawa Pulang 5 Medali Emas, Jember Marching Band Raih Juara Umum di Malaysia

Masing-masing rintangan akan diberikan nomor dan arah melompat ditandai dengan dua bendera yang dipasang di masing-masing sisi rintangan. Untuk sebelah kanan bendera merah dan sebelah kiri bendera putih.

"Untuk show jumping ini kita fokus ke junior dulu. Jadi bukan speed class, tapi optimum class. Karena kita mengutamakan safety," pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam