Pixel Code jatimnow.com

Kesaksian Ketua Komisi B Tentang Pembuangan Draft RAPBD Diskominfo

Editor : Budi Sugiharto   Reporter : Sandhi Nurhartanto
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkot Surabaya M. Fikser (foto dokumen)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkot Surabaya M. Fikser (foto dokumen)

jatimnow.com - Berkas draft RAPBD Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkot Surabaya di Komisi B DPRD Surabaya dikabarkan dibuang saat dengar pendapat berlangsung pada Senin (4/11/2019).

Alfian Limardi dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu secara spontan membuang draft tersebut ketika ada perbedaan jumlah anggaran yang tertera.

Baca juga: Insiden Pembuangan Draf RAPBD di DPRD, Fikser: Saya Sudah Memaafkan

Bagaimana kesaksian Ketua Komisi B?

Ketua Komisi B, Luthfiyah menceritakan kejadian yang membuat M Fikser kecewa tersebut.

Baca juga:
69 Pejabat Pemkot Surabaya di Rotasi, 6 Diantaranya Kepala Dinas

"Waktu ramai-ramai itu sedang mencocokkan. Saya nggak lihat tapi saya tahu," katanya saat dihubungi jatimnow.com, Rabu (6/11/2019).

Waktu itu, kata dia, draft RAPBD yang dibawa oleh M Fikser sedang dicocokan angkanya.

"Angka perkalian dilihat oleh anggota PSI itu nggak cocok, terus saya tanyakan ke Pak Fikser dan beliau bilang ada tambahan PPN 10 persen. Setelah dihitung sudah bener itu kalau ditambah PPN," ujarnya.

Baca juga:
Pemkot Surabaya Buka Beasiswa Penghafal Kitab Suci untuk 1.412 Pelajar

Ia sendiri mengaku sebelumnya telah mengimbau kepada anggota Komisi B untuk persuasif dan ditanyakan bila belum mengerti.

"Kalau masuk akal ya sudah. Kalau kenemenen misal disuruh bawa RAPBD terus nggak bawa atau diundang rapat ternyata nggak datang itu nemen (terlalu). Sudah tak bilangin kok," terangnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam