Remaja Kembar di Surabaya yang Lumpuh & Tuna Wicara Butuh Bantuan

jatimnow.com - Dua putri kembar yatim piatu yang mengalami lumpuh dan tuna wicara selama 15 tahun, Nur Laila dan Nur Laili hingga kini belum mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah.

Selama ini si kembar hanya mendapat bantuan kesehatan dari Puskesmas setempat.

Sulikhah (51), bibi dari kedua putri ini menjelaskan selama ditinggal kedua orang tuanya, Nur Laila dan Nur Laili dirawat olehnya yang hanya mengandalkan bantuan pengobatan melalui BPJS kesehatan.

Baca juga: Kisah Remaja Kembar Yatim Piatu di Surabaya yang Lumpuh & Tuna Wicara

"Iya ada BPJS, punya. Ya saya hanya mengandalkan bantuan pengobatan dari itu saja. Kalau ada puskesmas yang bantu ya itu cukup meringankan," ujarnya, Kamis (11/7/2019).

Hingga kini, kedua keponakannya tersebut belum mendapatkan respon dari pihak Pemerintah Kota Surabaya. Sulikhah mengaku sudah berusaha untuk melaporkan ke Ketua RT dan kelurahan di wilayahnya, namun juga belum mendapatkan bantuan.

"Kalau pemerintah belum. Ibu sudah lapor RT dulu tapi belum ada bantuan sama sekali. Ke kelurahan juga pernah, tapi saya ini kok ndak dapat bantuan beras tapi orang lain dapat. Jawabnya nama saya nggak keluar karena nggak tercatat," katanya.

Menurutnya, sudah bertahan-tahun si kembar ini tidak mendapatkan bantuan. Dua gadis ini hanya mengandalkan pengobatan seadanya.

Ia berharap pihak pemerintah mau memberikan bantuan pengobatan untuk kedua keponakannya.

"Harapan ke pemerintah, kalau mau ya saya ingin berobat. Sembuh," ucapnya.

Harapan lainnya, yang disampaikan Sulikhah yakni berupa kunjungan pihak pemerintah baik itu dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ataupun Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk mau menjenguk keponakannya yang membutuhkan bantuan kesehatan.

"Iya saya mau. Dulu katanya Bu Risma mau kesini. Waktu itu sudah saya mandikan keduanya dan saya dudukkan di kursi ternyata tidak datang. Waktu rombong-rombongan ke kampung itu. Saya harap bisa datang kesini mas," tutupnya.

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top