Nasib 15 Siswa Gunakan Surat Domisili 'Palsu' di Ponorogo Menggantung

jatimnow.com – Nasib 15 calon siswa baru di SMPN 1 Ponorogo yang menggunakan surat domisili asli tapi palsu (aspal) kini terkatung-katung.

Padahal, jadwal masuk sekolah hari pertama SMP di Ponorogo, Senin (15/7/2019) depan setelah libur semester.

Kabid SMP Ponorogo, Rudy Hartono mengatakan di SMPN 1 Ponorogo tercatat ada 56 siswa yang mendaftar dengan menggunakan surat domisili. Kemudian 4 siswa mundur karena ketahuan menggunakan surat domisili palsu. Keempatnya siswa asal Pacitan, Kota Madiun dan Kecamatan Mlarak.

"Pihak sekolah mengundang 56 wali murid dan membeberkan apa yang sedang terjadi ke calon wali siswa. Akhirnya 4 siswa mengundurkan diri," katanya, Rabu (10/7/2019).

Dan kini tersisa 52 siswa baru di SMPN 1 Ponorogo. Dari puluhan siswa tersebut, setelah dilakukan RDP dengan lurah ada 15 siswa yang tidak berdomisili di sekitar SMPN 1 Ponorogo.

"15 siswa nasibnya masih menggantung. Belum ada kesimpulan apapun dari dewan maupun sekolah," ujarnya.

Mantan Kabid Paud dan TK Dindik Ponorogo ini melanjutkan jika ke 15 calon siswa benar-benar tidak memenuhi syarat, maka keputusan terberat yaitu tidak menerimanya di SMPN 1 Ponorogo.

"Mau tidak mau. Dan bagi kami tidak ada masalah," tegasnya.

Kasus ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi orang tua untuk tidak memaksakan anaknya masuk ke SMP favorit. Menurutnya semua sekolah adalah sama.

Wakil Ketua Komisi D, Moh Ubahil Islam menyebut 15 surat keterangan domisili yang terbukti tidak valid maka pihaknya dan SMPN 1 akan menyimpulkan secara bijak.

"Tak hanya DPRD, kami juga mempertimbangkan masukan dari SMPN 1, Dindik, dan dewan pendidikan. Secara spesifik, saya tidak mengharap siswa yang mendapat catatan ini kena diskualifikasi karena PPDB juga sudah ditutup," katanya.

 

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top