Cegah Amnesia Sejarah Keris, Ethnic Indonesia Digitalkan Pengetahuan Tosan Aji

Sabtu, 29 Agu 2026 20:13 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Ethnic Indonesia meluncurkan sertifikasi digital berbasis QR Code untuk mengamankan pengetahuan sejarah dan identitas budaya keris Nusantara. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketahanan fisik sebilah keris warisan Nusantara sanggup menembus lintas zaman hingga ratusan tahun. Pusaka kerap berpindah tangan dari ayah ke anak, kakek ke cucu, hingga antar-kolektor. Namun, ketahanan fisik ini berbanding terbalik dengan keberlanjutan pengetahuan sejarahnya.

Nama dhapur, pamor, tangguh, hingga riwayat kepemilikan pusaka rentan lenyap ditelan waktu. Kondisi tersebut berisiko mereduksi keris dari simbol peradaban bernilai tinggi menjadi sekadar benda mati tanpa identitas budaya.

Menjawab ancaman "amnesia sejarah" pada tosan aji, Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi menggagas terobosan sertifikasi kuratorial yang terintegrasi dengan sistem dokumentasi digital berbasis QR Code.

Baca juga: Kolektor Tionghoa Surabaya Ubah Citra Keris, dari Mistis Jadi Kebanggaan Budaya

Pendiri Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi, KRA Rivo Cahyono, menegaskan langkah ini diambil untuk memastikan pengetahuan yang melekat pada pusaka tetap utuh kendati fisiknya telah berpindah kepemilikan. Integrasi keahlian kurasi tradisional dan teknologi modern ini mengusung misi utama "Lestarikan Pusaka, Jaga Martabat Budaya".

Dokumen sertifikat yang diterbitkan memuat hasil kajian komprehensif. Cakupannya meliputi identifikasi dhapur, pamor, estimasi periodisasi (tangguh), detail perabot, hingga dokumentasi visual yang dilengkapi nomor identifikasi khusus.

Guna menjamin akurasi analisis, proses kajian dilakukan secara berlapis oleh tiga kurator tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selain Rivo Cahyono, tim kurator ini diperkuat oleh Ilham Triadi dan Hario Herlambang.

Meskipun disusun oleh tim profesional, sertifikat kuratorial ini dirancang bersifat dinamis. Dokumen ini tetap memberi ruang bagi koreksi, penelitian lanjutan, serta perkembangan ilmu pengetahuan perkerisan pada masa mendatang.

Terobosan utama layanan ini terletak pada integrasi sistem QR Code pada setiap sertifikat. Fitur ini menjadi jembatan bagi pemilik pusaka untuk mengakses basis data digital secara langsung.

Saat kode dipindai, pemilik dapat mempelajari arsip lengkap mengenai filosofi dhapur dan pamor, rincian ricikan, konteks sejarah, hingga foto beresolusi tinggi.

Baca juga: Festival Budaya Spiritual Tulunagung Pamerkan Keris Milik Prabowo dan Fadli Zon

"Satu pusaka, satu sertifikat, dan satu jejak dokumentasi yang dapat ditelusuri kembali," ujar Rivo.

\

Layanan pendokumentasian dan sertifikasi ini dibuka secara inklusif untuk masyarakat umum dan para kolektor dari berbagai tingkatan, tanpa terbatas pada koleksi Ethnic Indonesia semata.

Sistem pencatatan digital ini membantu kolektor pemula memahami nilai pusaka secara terstruktur. Bagi kolektor senior, sistem ini menjadi solusi tata kelola arsip koleksi yang profesional.

Gagasan digitalisasi ini berawal dari pengalaman pribadi Rivo saat pertama kali mengoleksi keris. Kala itu, ia kerap menemui berbagai penafsiran yang saling bertolak belakang atas satu pusaka yang sama.

Pengalaman berliku Rivo berlanjut hingga ia sempat tidak lulus pada ujian pertama sertifikasi kurator BNSP. Kegagalan tersebut menjadi evaluasi penting yang mendoronya terus belajar hingga akhirnya mengantongi lisensi resmi.

Baca juga: Menteri Kebudayaan Apresiasi Pameran Keris Pusaka di Sumenep

"Saya pernah salah memahami keris dan pernah tidak lulus ujian kurator. Bagi saya itu bukan sesuatu yang perlu ditutupi, justru perjalanan itulah yang membuat saya terus belajar," kata Rivo.

Latar belakang pengalaman tersebut mendorong Rivo menjadikan Ethnic Indonesia sebagai ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat yang ingin mendalami budaya tosan aji.

Merawat keris tidak cukup sebatas menjaga kondisi fisiknya di dalam warangka. Tanpa identitas dan nilai filosofis yang menyertainya, keris kehilangan marwah budayanya.

"Kerisnya mungkin akan berpindah tangan, tetapi pengetahuan sejarahnya jangan sampai ikut hilang," tegasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler