jatimnow.com - Polisi memanggil dan memeriksa pemilik akun Facebook yang menyebarkan hoax terkait penculikan anak di Blitar.
Okvianti (30) Warga Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar adalah pemilik akun yang menyebarkan postingan yang dinilai meresahkan masyarakat tersebut.
"Jadi kami melakukan pemeriksaan awal dan memastikan akun tersebut milik yang bersangkutan. Kemudian yang bersangkutan ini tadi malam (Jumat, 2/11/2018) kami jemput di rumahnya bersama keluarganya," kata Kapolres Blitar AKBP Anissullah M. Ridha, Sabtu (03/11/2018).
Hasil pemeriksaan diperoleh jika Okvianti memang menyebarkan kabar penculikan anak yang notabene palsu tersebut. Hal ini ditengarai karena ketakutan yang berlebihan sebab pelaku memiliki bayi sembilan bulan.
Faktor lain, pelaku sepanjang hari hanya tinggal sendiri. Baru malam hari, suaminya pulang bekerja kembali ke rumah.
"Kesimpulannya, beliau ini mengupload (berita bohong) tanpa pengetahuan yang penuh. Beliau ini juga jarang mengikuti pemberitaan dan hanya bersosialisasi dengan media sosialnya," ujar Anis.
Okvianti menyebar postingan pada Jumat (02/11/2018) kemarin melalui akun Facebook @ZarikaOktavianti tentang ancaman penculikan anak yang sudah masuk ke wilayah Blitar.
Dalam postingannya itu, ia juga menyertakan sejumlah foto. Ada satu orang dalam foto yang dilingkarinya, yang diduga sebagai salah satu pelaku penculikan.
Usai diperiksa, Okvianti meminta maaf kepada masyarakat karena telah membuat resah dan gaduh melalui postingannya. Ovianti mengaku tak sadar jika postingannya tersebut malah menambah keresahan.
"Saya meminta maaf atas kesalahan yang telah saya perbuat dan saya berjanji untuk tidak mengulanginya lagi," kata Okvianti, Sabtu (03/11/2018).
Okvianti sendiri mengakui, jika dirinya jarang menyimak berita penculikan palsu yang tersebar di berbagai media. Sementara foto yang ia sebar didapat melalui salah satu akun Facebook lainnya termasuk foto wajah yang ia lingkari.
"Saya dapat dari Facebook juga. Saya pernah lihat orang yang mirip sama di foto itu. Kan karena saya takut," terang Okvianti.
Selain meminta maaf, Okvianti juga membuat surat pernyataan bermaterai tanda tangan. Surat itu juga disaksikan oleh perangkat desa setempat, polisi dan TNI.
Polisi bersepakat untuk menghentikan kasus ini dengan pertimbangan pelaku merasa resah karena memiliki bayi serta tidak mengetahui perbuatannya dapat berbuntut panjang.
"Atas dasar inilah kasus ini kami berhentikan. Dan yang bersangkutan juga sudah menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat baik melalui media sosial yang ia punya maupun melalui rekan-rekan media," imbuh Kapolres Blitar AKBP Anissullah M. Ridha.
Dipanggil Polisi, Penyebar Hoax Penculikan Anak di Blitar Minta Maaf
Sabtu, 03 Nov 2018 19:53 WIB
Reporter :
CF Glorian
CF Glorian
Berita Blitar
Jenazah PMI Asal Blitar Dipulangkan dari Turki Usai Berjuang Lawan Kanker
Polisi Selidiki Kasus Temuan Bayi Perempuan di Blitar
Imigrasi Blitar Deportasi WN Jepang Blasteran Indonesia, Overstay Tiga Tahun
Tepis Jiwa Individualis, Pelajar Blitar Ditempa di Diksar GSNI
Truk Muat Tebu Terguling di Selorejo, Jalur Blitar-Malang Lumpuh Total
Berita Terbaru
Pemkab Lamongan Kebut Pembersihan Saluran Air, Progres Wilayah Kota Baru 40 Persen
KRISTA InterFOOD 2026 Digelar di NICE PIK 2, Gandeng 1.100 Pebisnis Kuliner
Satpol PP Surabaya Segel Tujuh Kios Buah di Tambak Mayor hingga Tanjungsari
Pegiat Lingkungan Gresik Raih Penghargaan Sains Air Bergengsi di China
Jember Terima Kucuran Dana Rp400 M untuk Revitalisasi Puskesmas dan Rumah Sakit
Tretan JatimNow
Terpopuler
#1
BMKG Juanda Ungkap Penyebab Hujan di Surabaya meski Belum Tiba Musimnya
#2
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Dominan Cerah dan Berawan
#3
DPRD Jember Bentuk Pansus Soal Hibah Aset Tanah ke Kejari Jember
#4
Kebakaran TPA Supit Urang Malang, Petani Ditetapkan Sebagai Tersangka
#5