Petani Lamongan Full Senyum, Harga Gabah Tembus Rp 8.400 per Kilogram

Selasa, 04 Agu 2026 13:00 WIB
Reporter :
Adyad Ammy Iffansah
Petani memanen padi di wilayah Desa Tambakboyo, Kecamatan Tikung, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga gabah pada tingkat petani di Kabupaten Lamongan menyentuh harga tertinggi, yakni di angka Rp 8.400 per kilogram.

Kondisi ini membuat petani bersuka cita menyambut panen raya, mengingat harga gabah bisa laku di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Petani asal Desa Tambakboyo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Aji Istiawan mengungkapkan harga gabah terus mengalami peningkatan yang itu berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Baca juga: Serapan Gabah Bulog Kediri Lampaui Target, Tembus Setara 73.561 Ton Beras

"Musim tanam pertama kemarin rata-rata laku di harga Rp 7.100 per kilogram. Musin tanam kedua ini syukur bisa Rp 8.400 per kilogram. Syukur dengan harga ini petani bisa diuntungkan," ungkap Aji, Selasa (4/8/2026).

Aji mengaku, saat ini kalangan petani tidak lagi mengalailmi kesulitan seperti tahun-tahun sebelumnya. Berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari harga hingga ketersediaan pupuk, disebutnya sangat memudahkan bagi petani.

"Kami (petani) merasa lebih diperhatikan sekarang, terutama pupuk harganya bisa lebih murah dan mudah didapatkan," tuturnya.

Baca juga: Ribuan Hektar Sawah di Lamongan Diserang Wereng, Bupati Kerahkan Drone

Melejitnya harga gabah, lanjut Aji, besar kemungkinan dipengaruhi cuaca serta panen raya yang tidak serentak di seluruh wilayah di Kabupaten Lamongan.

\

"Kalau faktornya bisa mahal bisa jadi karena musim tanam kedua ini kan tidak semua wilayah, jadi panen padi tidak sebanyak waktu musim tanam pertama kemarin," urainya.

Dari luas 1 hertar, petani bisa memanen rata-rata 10 ton gabah dengan omzet sekitar Rp 84 juta.

Baca juga: Antisipasi Harga Gabah Anjlok, DPRD Jember Minta Sekda Koordinasi dengan Bulog

"Keuntunganya Rp 84 juta paling itunganya nanti di potong modal awal dari bibit, pupuk, obat-obatan dan perawatan," tuturnya.

Aji menyebut, harga gabah di daerah lain bisa lebih tinggi mengingat kualitas yang dihasilkan lebih premium. Ia mencontohkan di Kecamatan Glagah, Deket, hingg Karangbinangun.

"Di sana kualitas padi tentu lebih bagus jadi harganya juga harusnya bisa lebih tinggi dari wilayah ini (Tikung)," bebernya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Lamongan

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler