MATRA Lamongan Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Minggu, 02 Agu 2026 10:41 WIB
Reporter :
Ali Masduki
DPD MATRA Lamongan resmi dilantik di Pendopo Lokatantra, Sabtu (01/8/2026). (Foto: Humas Matra for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kabupaten Lamongan periode 2026-2031 resmi dilantik di Pendopo Lokatantra, Sabtu (01/8/2026). Organisasi tersebut langsung menegaskan komitmennya memperkuat pelestarian adat, budaya, seni, dan kearifan lokal melalui program yang melibatkan masyarakat serta pemerintah daerah.

Pelantikan dihadiri Ketua DPP MATRA Koordinator Wilayah Jawa, jajaran DPW MATRA Jawa Timur, Bupati Lamongan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan lintas agama, organisasi kemasyarakatan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pengurus MATRA dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Ketua DPD MATRA Kabupaten Lamongan, KRTH. Sumbodo Kusumo Citraningrat, mengatakan organisasi yang dipimpinnya akan menjadi wadah untuk menjaga identitas budaya daerah sekaligus mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Baca juga: Ketua DPP GATRA: Ilmu Langit dan Ilmu Bumi Harus Bersatu Majukan Pertanian

"Pengurus DPD MATRA Lamongan berkomitmen melestarikan dan memajukan adat, budaya, seni, serta tatanan kehidupan masyarakat agar tetap terjaga. Setelah pelantikan, kami segera melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun program kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang, termasuk memperkenalkan MATRA kepada masyarakat luas," katanya.

Sebagai langkah awal, MATRA Lamongan akan memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyusun agenda pelestarian budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Prosesi pelantikan juga sarat dengan simbol budaya. Tanah dan air yang dibawa dari 27 kecamatan di Lamongan disatukan lalu ditanam di halaman Pendopo Lokatantra sebagai lambang persatuan seluruh wilayah dalam membangun daerah yang berbudaya.

Momentum pelantikan turut dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan kepada 41 juru kunci makam leluhur di Kabupaten Lamongan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga situs-situs bersejarah sekaligus merawat tradisi yang diwariskan para pendahulu.

Baca juga: GATRA Resmi Dikukuhkan di Kaki Gunung Pawitra, Siap Perkuat Pertanian Nusantara

Menurut Sumbodo, MATRA juga akan melakukan pendataan dan registrasi terhadap para juru kunci sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan serta melestarikan sejarah dan warisan budaya Lamongan.

\

Rangkaian acara semakin kental dengan nuansa filosofis melalui penyajian tiga tumpeng yang memiliki komposisi berunsur angka sembilan. Simbol tersebut dimaknai sebagai representasi persatuan, kekuatan, dan semangat organisasi dalam menjaga warisan budaya daerah.

Pada kesempatan yang sama, MATRA meluncurkan buku hasil kajian budaya berjudul Busana Khas Lamongan (BKL). Buku tersebut diserahkan kepada Bupati Lamongan, DPW MATRA Jawa Timur, DPD MATRA Lamongan, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan sebagai referensi pengembangan kajian budaya di masa mendatang.

Baca juga: Elite Tanpa Kebudayaan, Negara Tanpa Arah

Sumbodo berharap publikasi hasil penelitian tersebut mampu mendorong lahirnya berbagai riset budaya lainnya sehingga kekayaan tradisi Lamongan dapat terdokumentasi sekaligus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pelantikan DPD MATRA Lamongan ditutup dengan doa lintas agama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan. Sumbodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, Pemerintah Kabupaten Lamongan, serta berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan pelantikan.

Ia menilai sinergi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan adat, budaya, serta kearifan lokal di Kabupaten Lamongan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Lamongan

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler