jatimnow.com - Sebuah terobosan teknologi inklusi asal Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia. RunSight, kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) besutan Tim Labmino dari Universitas Indonesia, resmi terpilih sebagai salah satu dari sepuluh tim terbaik dalam ajang SFT Global Ambassador.
Inovasi tersebut lahir untuk menjawab tantangan fisik yang dihadapi pelari dengan gangguan penglihatan.
Teknologi ini bekerja memberikan panduan suara secara instan (real-time) agar pengguna dapat berlari dengan aman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pendamping manusia.
Baca juga: Canggih, Alat Buatan Mahasiswa Untag Ini Bisa Uji Higienitas Air Galon
Keberhasilan RunSight menembus level internasional membuktikan bahwa solusi digital yang berakar dari empati lokal mampu bersaing di panggung teknologi dunia.
President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menjelaskan bahwa kehadiran AI seharusnya memang bekerja layaknya asisten alami yang menyatu dalam keseharian.
Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap teknologi kini telah bergeser; bukan lagi sekadar alat canggih, melainkan sistem yang responsif dan intuitif.
"Kami menyelaraskan teknologi AI dengan kebutuhan pengguna yang sangat beragam di Indonesia. Setiap terobosan harus punya tujuan nyata agar hidup manusia menjadi lebih berkualitas dan bermanfaat," ujar Harry Lee dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Aplikasi Menabung Bling Antar Siswa Cikal Surabaya Raih Penghargaan
Lahirnya RunSight merupakan buah dari program Samsung Solve for Tomorrow (SFT). Wadah ini dirancang untuk mematangkan ide-ide segar anak muda yang berangkat dari persoalan di lingkungan sekitar mereka.
Tim Labmino, sebagai pemenang SFT Indonesia 2025, berhasil melewati saringan ketat di tingkat regional hingga akhirnya terpilih mewakili negara di kancah global.
Harry menilai prestasi Tim Labmino adalah bentuk pengakuan dunia terhadap inovasi yang dirancang dengan pemahaman mendalam atas kebutuhan manusia.
Baca juga: VeriFuel, Solusi Cerdas Ubaya Atasi BBM Oplosan
Ia menyebut RunSight sebagai bukti nyata bagaimana AI bisa membuka akses di bidang olahraga bagi komunitas yang selama ini kurang terjangkau teknologi.
"Perjalanan mereka menunjukkan bahwa ide sederhana yang muncul dari pengalaman sehari-hari bisa memberikan dampak besar. Tugas kami adalah memastikan ruang eksplorasi ini tetap terbuka bagi generasi muda untuk membentuk masa depan yang lebih inklusif," tutup Harry.
Prestasi ini menempatkan Indonesia dalam peta inovasi global, sekaligus menginspirasi talenta muda lainnya bahwa solusi buatan lokal punya tempat di kancah internasional.