Pemkab Jember Mulai Petakan Kerusakan Infrastruktur Karena Banjir Bandang

Senin, 16 Feb 2026 12:35 WIB
Reporter :
Sugianto
Foto: Satgas Infrastruktur dan tata ruang meninjau kerusakan dampak banjir (Diskominfo/jatimnow.com)

 

jatimnow.com-Banjir yang menenggelamkan rumah 7.445 kepala keluarga di Jember tahun 2026 ini terparah sejak 10 tahun terakhir. Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Jember kini memetakan dampak kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, bersama dengan jajaran Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang meninjau langsung sejumlah titik lokasi yang terdampak banjir. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan memastikan keselamatan ribuan warga yang terdampak. Tercatat, ada sejumlah lokasi jembatan rusak akibat banjir.

Adapun jembatan rusak diantaranya, Jembatan Cinta di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jembatan Merah Putih di Desa Pakis, Kecamatan Panti dan Jembatan Sentool di Desa Suci, Kecamatan Panti.

Baca juga: SDN Pecoro 02 Jember Disegel Ahli Waris, Pemkab Pastikan Siswa Tetap Sekolah

Helmi mengungkapkan, bencana banjir kali ini merupakan salah satu yang cukup parah dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Jember kini tengah fokus melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kerusakan fasilitas publik. Helmi menegaskan, sejumlah infrastruktur vital mengalami kerusakan serius.

"Kami meninjau semua titik, baik infrastruktur desa, kabupaten, maupun provinsi. Semuanya dipetakan untuk menentukan skala prioritas penanganan. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk percepatan perbaikan ini," ujarnya, Senin (16/2/2026).

Pemkab Jember menetapkan masa siaga darurat bencana hingga 26 Februari 2026. Hal ini disebabkan adanya potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir bulan.

"Pesan dari Ibu Gubernur sudah jelas, Jember menjadi prioritas untuk perbaikan infrastruktur terdampak. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan saling bahu-membahu dalam menghadapi situasi ini," tutupnya.

Baca juga: Kejahatan Online Meningkat, Indosat Hadirkan IM3 SATSPAM+

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja menyatakan pihaknya tengah memetakan tingkat kerusakan untuk menentukan langkah perbaikan selanjutnya.

\

Edy Tambeng mengungkapkan, dampak banjir kali ini cukup signifikan. Terutama pada jembatan-jembatan dengan bentang yang luas. Salah satu titik terdampak parah ditemukan di wilayah Jombang, di mana sebuah jembatan besar mengalami kerusakan serius

Edy menjelaskan, secara teknis, konstruksi jembatan yang ada sebenarnya tidak memiliki masalah fundamental. Namun, fenomena alam berupa debit air yang sangat tinggi melampaui kapasitas desain jembatan menjadi pemicu utama robohnya struktur tersebut

"Rata-rata jembatan kita posisinya rendah. Ketika hujan turun dengan durasi lama dan intensitas deras, debit air meningkat drastis hingga terjadi overtopping atau air meluap melampaui lantai jembatan, yang kemudian menyeret konstruksinya hingga roboh," jelas Edy.

Baca juga: Pemkab Jember Fasilitasi Warga Bertemu BPN, Bahas Solusi Banjir

Sebagai langkah evaluasi, Dinas PU Bina Marga Jatim mempertimbangkan untuk menambah ketinggian jembatan pada proses pembangunan kembali nantinya. Ini dilakukan untuk meminimalisir risiko serupa di masa depan, mengingat pola cuaca yang sulit diprediksi

Mengenai target penyelesaian, Edy menekankan, timnya masih melakukan pengecekan mendalam terhadap komponen vital jembatan.

"Kami akan melihat dulu di lapangan secara detail. Jika harus ganti, ya kita ganti. Setelah semua data terkumpul, segera kami laporkan kepada Ibu Gubernur untuk langkah eksekusi ke depan," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Jember

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler