Hasil Brand Audit SMA Al-Muslim, Danone dan Ultra Jaya Dominasi Sampah

Rabu, 11 Feb 2026 23:55 WIB
Reporter :
Ali Masduki
SMA Al-Muslim Sidoarjo dan Ecoton gelar Brand Audit sampah plastik. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang bulan suci Ramadan 2026 dan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), puluhan kader lingkungan SMA Al-Muslim Sidoarjo melakukan aksi nyata "Ramadhan Hijau".

Bersama yayasan lingkungan Ecoton, mereka menggelar Brand Audit untuk melacak produsen mana saja yang kemasannya paling banyak mengotori lingkungan sekolah.

Aksi yang diikuti oleh 50 siswa lintas jenjang ini berhasil mengumpulkan 357 potong sampah plastik dalam waktu singkat.

Baca juga: Waspada! Konsumsi Gorengan saat Puasa Bisa Gagalkan Kerja Obat, Ini Kata Ahli

Hasilnya mengejutkan, sejumlah merek besar muncul sebagai penyumbang sampah terbanyak, di antaranya Danone (5,3%), Ultra Jaya (4,2%), Indofood (2,5%), dan Siantar Top (2,0%).

Divisi Advokasi Ecoton, Alaika Rahmatullah, menjelaskan bahwa audit ini bukan sekadar mengumpulkan sampah, melainkan instrumen untuk mendorong Extended Producer Responsibility (EPR).

Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008, perusahaan wajib bertanggung jawab atas kemasan produk mereka yang sulit terurai.

"Plastik saset itu berlapis-lapis dan mustahil didaur ulang. Ada lebih dari 16.000 senyawa kimia di dalamnya, di mana 13.000 di antaranya masuk kategori pengganggu hormon atau EDC," tegas Alaika.

Baca juga: Melihat Aktivitas Ibadah Warga Binaan Lapas Malang di Bulan Ramadan

Ia juga memperingatkan temuan senyawa ftalat pemicu kanker pada darah pemilah sampah akibat paparan plastik ini.

\

Founder Ecoton, Prigi Arisandi, menambahkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini secara tidak sadar sering "memakan" plastik melalui polusi mikroplastik.

Ia pun menyoroti bahaya makanan ultra-processed food yang selain bungkusnya plastik, isinya pun mengandung banyak pengawet yang digemari anak-anak.

Baca juga: Operasi Pasar Murah Ramadan Diskoperindag Lamongan Diserbu Warga

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMA Al-Muslim, Mahmudah, menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi titik balik gaya hidup bersih, baik secara hati maupun lingkungan.

"Jangan sampai sampah dianggap bukan masalah. Solusi paling efektif adalah mengurangi atau bahkan tidak menggunakan plastik sekali pakai sama sekali. Semua harus dimulai dari diri sendiri," ujar Mahmudah.

Melalui kampanye ini, SMA Al-Muslim berharap para siswanya mampu menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan ramah lingkungan ke keluarga masing-masing, menjadikan ibadah puasa tahun ini lebih bertanggung jawab terhadap bumi.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Sidoarjo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler