jatimnow.com - Pencarian bocah tujuh tahun yang terseret arus selokan di Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, berakhir duka. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (4/2/2026) pagi, setelah sempat hilang selama belasan jam.
Korban dilaporkan hanyut pada Selasa malam saat hujan deras melanda kawasan pemukiman warga. Arus selokan yang meluap diduga kuat membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri hingga terbawa aliran air yang sangat deras.
Sejak menerima laporan Selasa malam, Basarnas Surabaya langsung menerjunkan tim rescue ke lokasi. Operasi dimulai sekitar pukul 23.20 WIB dengan menyisir aliran air di tengah kegelapan.
Baca juga: Bocah Sambeng Tenggelam di Kali Lamong Ditemukan Sejauh 15 Km dari Titik Awal
"Memasuki hari kedua, tim kami perluas area pencarian hingga dua kilometer dari titik awal kejadian. Personel dibagi menjadi dua unit kecil untuk menyisir setiap sudut selokan secara manual," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Surabaya yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator.
Titik terang muncul sekitar pukul 08.50 WIB. Tim SAR Gabungan mendeteksi keberadaan tubuh korban tersangkut di aliran selokan, sekitar satu kilometer dari lokasi awal dia terjatuh.
Baca juga: Detik-detik Evakuasi 18 ABK KM Puji Manunggal Sejati di Tengah Laut
Petugas segera mengevakuasi jenazah korban menuju Puskesmas Driyorejo sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Penemuan ini menandai berakhirnya operasi darurat di Driyorejo. Pihak SAR mengapresiasi kerja sama lintas sektor, mulai dari BPBD Gresik, TNI/Polri, relawan lokal, hingga warga sekitar yang bahu-membahu menyisir area pencarian sejak malam hari.
Baca juga: Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja Tenggelam di Sungai Sidokare
"Operasi SAR resmi kami tutup seiring ditemukannya korban. Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari seluruh unsur gabungan dan masyarakat yang terlibat di lapangan," tambahnya.
Kini, seluruh personel dari berbagai unsur seperti Damkar Gresik, RAPI, hingga relawan YDSF dan SENKOM telah kembali ke kesatuan masing-masing. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi warga untuk lebih waspada menjaga anak-anak saat cuaca ekstrem melanda.