Lezatnya Sate Klatak Khas Jogja di Sambeng Lamongan

Selasa, 03 Feb 2026 19:00 WIB
Reporter :
Adyad Ammy Iffansah
Sate klatak khas Jogja di Sambeng Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bagi anda pecinta kuliner, tempat makan yang ada di Kabupaten Lamongan ini mungkin bisa anda kunjungi.

Ya, tempat itu adalah Pendopo Literasi atau Sate Klatak Literasi yang ada di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Lamongan. Sekali menginjakkan kaki di tempat ini, anda akan dibawa bernostagia ke masa lampau, zaman dimana bermain adalah momen paling menyenangkan.

Bangunan joglo ditambah gazebo-gazebo menambah kesan khas bernuansa Yogyakarta yang terkenal adem ayem dan tentrem.

Baca juga: Lezatnya Nasi Muduk, Kuliner Tradisional Khas Pantura Lamongan

Sentuhan ornamen taman pot bunga berbentuk hewan memanfaatkan galon bekas menambah kesan kreativitas dan nilai edukasi kepada anak-anak.

Owner Sate Klatak Literasi, Tommy Jianyanto mengungkapkan bahwa usaha kuliner ini adalah unit usaha pengembangan dari Koperasi Tani Ternak (Literasi) yang dijalaninya.

"Dari koperasi tersebut kita kembangkan menjadi usaha kuliner, karena memang kebutuhan kalau ada kunjungan, mengingat kita kan juga punya wisata edufarm," bebernya, Selasa (3/2/2026).

Untuk tekstur rasa, sajian sate klatak,  tengkleng, tongseng, dijamin empuk karena berbahan dasar kambing muda atau cempe.

Baca juga: Mencicipi Gurih Pedasnya Bekicot Rica-rica di Lamongan

"Karena kita punya ternak sendiri, jadi kita sembelih dari kambing yang kita pelihara yang juga menjadi unit usaha di Edufarm literasi," tuturnya.

\

Harganya sendiri relatif murah, mulai dari Rp 5 ribu lauk telur hingga Rp 15 ribu untuk tongseng, kemudian Rp 20-25 ribu untuk sate klatak, gule, tengkeleng, rawon serta beragam olahan kambing dan sapi yang lain.

"Untuk menu paketan kita mulai dari Rp 75 ribu untuk 2 orang, Rp 150 ribu untuk 4 orang, dan Rp 300 ribu untuk 8 orang," katanya.

Baca juga: Kuliner Lontong Kikil di Lamongan Harga Rp5 Ribu, tapi Rasanya Megilan!

Menarik kebelakang, Tommy menceritakan bahwa bisnis kulinernya ini bermula dari keinginan untuk mengembangkan potensi desanya.

Ya, dari seorang magister pendidikan Tommy berhasil merubah pola pikir warga untuk maju berkembang dari peluang usaha peternakan dan pertanian.

"Awalnya memang jatuh bangun, tapi sekarang berkembang pesat. Karena memang kurikulum pendidikan sekarang juga ada outclass jadi bisa terintegrasi antara unit usaha yang kita miliki," urainya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Lamongan

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler