jatimnow.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pandalungan Jember menyiapkan sejumlah terobosan baru. Salah satunya dengan membranding instansi pemerintah daerah melalui produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Hazora.
Pada 2026 mendatang, Perumdam Tirta Pandalungan akan memperluas pemasaran Hazora dengan menggandeng instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Ini memang ada market yang belum tergarap secara maksimal, yakni dari OPD, badan, kecamatan, dan kelurahan,” kata Plt Direktur Utama Perumdam Tirta Pandalungan Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Mengenal Ady Setiawan, Mantan Dirut PDAM Jember yang Pernah Pecahkan Rekor MURI
Menurut Regar, kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan memperluas pasar, tetapi juga untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Harapan kami, karena ini perusahaan daerah, ada tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Untuk merealisasikan kerja sama tersebut, Perumdam Tirta Pandalungan akan mengirimkan surat serta melakukan koordinasi langsung dengan instansi terkait.
“Nanti kami akan datang untuk bisa menjalin kerja sama yang lebih baik,” ucap Regar.
Meski baru tiga minggu memimpin BUMD tersebut, Regar mengaku optimistis target yang ditetapkan dapat tercapai, bahkan melampaui capaian sebelumnya.
“Hazora tahun 2025 targetnya melampaui dari yang ditetapkan. Semoga di tahun depan, saat target kita naikkan, bisa tercapai. Ini sebagai sumbangsih bagi Pemkab Jember, sehingga PDAM menjadi perusahaan yang sehat dan bisa diandalkan,” ungkapnya.
Selain perluasan pasar, Perumdam Tirta Pandalungan juga akan mendorong digitalisasi sistem untuk memperbaiki mekanisme dan prosedur kerja.
“Kebocoran juga harus dikurangi, karena yang sering kita hadapi adalah kurangnya air di angka 10 persen. Ini harus didukung oleh teknologi,” sebut Regar.
Ia juga meminta Manajer Hazora untuk memetakan pasar secara detail agar pengembangan ke depan lebih terarah.
“Sehingga terlihat market yang sudah ada dan yang belum. Optimalisasi penjualan di Jember bisa berjalan maksimal,” tegasnya.
Regar menambahkan, target pendapatan Hazora pada 2026 sebesar Rp5 miliar dinilai sangat realistis.
“Kalau target 2026 Rp5 miliar itu sangat memungkinkan. Ini harus kita dukung dan support,” tandasnya.