Tahun Ini Produksi Padi di Trenggalek Tertinggi Dalam 10 Tahun Terakhir

Rabu, 26 Nov 2025 12:42 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Foto: Petani saat memanen padi. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek memproyeksi produksi padi di tahun 2025 tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Disisi lain indeks pertanaman padi (IP) di Trenggalek telah mencapai 2,56.

Kepala Dispertapan Trenggalek, Imam Nurhadi mengatakan, tahun ini IP atau rata-rata jumlah masa tanam dan panen dalam satu tahun padi di Trenggalek telah mencapai 2,56. Artinya tahun ini hampir semua lahan pertanian padi sudah melakukan 3 kali masa tanam dalam satu tahun.

"Sedangkan tahun lalu IP hanya 1,98 atau petani hanya melakukan 2 kali masa tanam padi. Ini disebabkan karena fenomena El Nino," ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Baca juga: Ratusan CJH Trenggalek Belum Lolos Istitha'ah

Dengan meningkatnya IP, menunjukan bahwa luasan lahan tanam di Trenggalek meningkat. Dampaknya, produksi padi juga mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Kami mendata produksi padi di Trenggalek sampai hari ini sudah mencapai 264 ribu ton. Tahun ini produksi padi tertinggi dalam 10 tahun terakhir," jelasnya.

Imam mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan IP dan produksi padi meningkat di Trenggalek. Diantaranya, cuaca mendukung dan sumber pengairan sawah didukung oleh pemerintah. Sehingga petani mudah untuk mengairi lahan sawahnya.

Baca juga: Tren Penyakit Gagal Ginjal Naik di Trenggalek, Pasien Termuda Usia 15 Tahun

"Dengan IP meningkat, juga berdampak pada serapan pupuk subsidi yang bagus. Karena masa tanam petani akan menentukan serapan pupuk subsidi," ungkapnya.

\

Mendekati akhir tahun 2025 serapan pupuk subsidi telah mencapai 80 persen. Imam memperkirakan serapan bisa mencapai 90 persen pada akhir Desember mendatang.

"Kalau tahun 2024 serapan pupuk subsidi sekitar 80 persen," tuturnya.

Baca juga: AKD Trenggalek Keluhkan Pemangkasan Dana Desa, Banyak Program Tak Berjalan

Disisi lain, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan penurunan harga pupuk subdisi 20 persen sejak Oktober lalu. Tentu kebijakan ini disambut positif oleh petani.

"Dengan turunnya harga pupuk subsidi, diharapkan dapat menggenjot produksi pertanian khususnya di Trenggalek," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Trenggalek

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler