jatimnow.com - SMPN 4 Jember meliburkan 32 muridnya yang mengalami kesurupan usai mengikuti upacara bendera rutin, pada Senin (17/2/2025) pagi. Pihak sekolah mengikuti arahan paranormal karena khawatir hal tersebut kembali terulang.
"Besok pelajaran seperti biasa anak-anak, namun pesan dari yang mengerti anak (paranormal). Yang jumlahnya 32 yang parah atau tertawa-tertawa (sendiri) itu kita liburkan. Kalau tidak, bisa nanti pengaruh ke yang lain," kata Kepala SMPN 4 Jember, Senin (15/2/2025).
Surawi mengaku, sebelum dia menjabat kepala SMPN 4 Jember memang pernah terjadi kesurupan beberapa tahun lalu. Karena dia baru setahunan menjabat kepala sekolah.
Baca juga: Jembatan Gantung Diperbaiki, Warga di Jember Harap Pemerintah Bangun Permanen
"Info yang saya dengar dulu pernah, tapi gak tahu tahun berapa. Karena saya disiini dapat satu tahun," akunya.
Baca juga: Pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Jember Terbanyak Nasional, Ini Kata BKN
Pasca kejadian kesurupan, pihak sekolah memang mendatangkan paranormal untuk menenangkan para murid yang mengalami kesurupan.
"Kita datangkan, orang yang punya kemampuan untuk itu. Apapun itu, kita berusaha, tapi alhamdulillah, bantuan dari doa semuanya bisa teratasi," ungkapnya.
Baca juga: DPRD Jatim Segera Tangani Sungai Penyebab Banjir yang Rendam Rumah Warga di Jember
Untuk diketahui, kerasukan itu berawal dari salah satu murid yang menjadi anggota budaya tradisional jaranan. Dia dan murid dari kelas 1, 2 dan 3 kemudian mengalami kerasukan, usai upacara bendera dan proses belajar mengajar.
Mereka sempat menyampaikan permintaan-permintaan kepada guru. Saat pihak sekolah membacakan surat Yasin, Ayat Kursi dan selawat, malah semakin banyak siswa kerasukan.