jatimnow.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini marah besar saat mengetahui dua mobil laboratorium (mobil mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Surabaya dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Jawa Timur.
Kemarahan Wali Kota Risma itu terlihat saat menghubungi atau berkomunikasi melalui telepon dengan seseorang. Kabarnya, Wali Kota Risma protes keras.
Baca juga: Dua Mobil PCR Bantuan BNPB Dialihkan ke Daerah Lain, Risma Marah
Baca juga: Pemkot Surabaya Perluas Beasiswa Pemuda Tangguh, Jangkau 24.000 Mahasiswa
Apa isi pembicaraan Wali Kota Risma di depan wartawan itu? Ini isi lengkapnya:
Baca juga: Wali Kota Surayabaya Pastikan Radial Road Lontar Rampung Maret 2026
"Dapat SMS, dapat WA-nya Pak Doni Monardo (Kepala BNPB) kalau itu untuk Surabaya. Opo-opoan (Apa-apaan) gitu lo pak, kalau mau boikot jangan gitu pak caranya.
Saya akan ngomong ini ke semua orang. Pak, saya ndak terima lo pak. Betul saya ndak terima pak.
Saya dibilang ndak bisa kerja. Siapa yang ndak bisa kerja, sekarang.
Baca juga: DPRD: Wali Kota Surabaya Jangan Takut Kehilangan Investor, Hak Warga Penting
Kalau ngawur nyerobot gitu. Siapa yang ndak bisa kerja. Boleh di cek ke Pak Pramono Anung (Sekretaris Kabinet). Boleh ditanya ke Mbak Puan (Ketua DPR RI Puan Maharani),".