Pixel Code jatimnow.com

Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 Ditutup Dengan Penampilan Apik Ndarboy Genk

Editor : Bramanta   Reporter : Ahmad Fauzani
Ndarboy Genk tampil berkolaborasi dengan kesenian Reog Ponorogo dan Jaran Tik dalam malam penutupan Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 di Alun-Alun Ponorogo (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Ndarboy Genk tampil berkolaborasi dengan kesenian Reog Ponorogo dan Jaran Tik dalam malam penutupan Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 di Alun-Alun Ponorogo (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan warga memadati Alun-Alun Ponorogo untuk menikmati malam terakhir Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026, Jumat (6/11/2026). Setelah empat hari menjadi ruang promosi produk UMKM, kreativitas, dan potensi daerah, gelaran tersebut ditutup dengan rangkaian agenda yang memadukan apresiasi inovasi hingga hiburan musik.

Malam penutupan diawali dengan penyerahan Ponorogo Inotek Award 2026 kepada sejumlah inovator daerah. Penghargaan diserahkan oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ponorogo. terdapat tujuh kategori penghargaan yang diberikan, meliputi perangkat daerah, bidang kesehatan, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, pemerintah desa, dan bidang pendidikan.

Selain penghargaan inovasi, Pemkab Ponorogo juga memberikan apresiasi kepada pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan yang berhasil merealisasikan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) minimal 80 persen. Rangkaian agenda turut diwarnai penyerahan bagi wajib pajak daerah yang patuh membayar kewajibannya dan kelur sebagai pemenang. Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Yamaha X-Max menjadi daya tarik tersendiri,

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyebut Kemilau Pekan Raya Ponorogo bukan sekadar agenda hiburan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai potensi lokal sekaligus membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kemilau Pekan Raya Ponorogo menjadi ruang perjumpaan antara potensi daerah, potensi kreativitas masyarakat dan kegiatan ekonomi, dan ini menjadi sumbu baru untuk Ponorogo,” ujar Lisdyarita.

Perhatian khusus juga diberikan kepada Ponorogo Inotek Award 2026. Bunda Lisdyarita berharap penghargaan tersebut mampu mendorong tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan.

Menurutnya, sebuah inovasi lahir dari keberanian untuk mengenali persoalan, mencari jalan keluar, hingga mencoba pendekatan baru yang memberikan manfaat nyata.

“Ponorogo Inotek Award harus menjadi penggerak tumbuhnya budaya inovasi di Kabupaten Ponorogo, dan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keberanian menemukan persoalan, menggagas solusi, menguji cara baru dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Baca juga:
SMKN 2 Ponorogo Berikan Layanan Facial dan Potong Rambut Gratis di Panti Asuhan

Lisdyarita berharap ajang tersebut dapat menjadi pemantik bagi semakin banyaknya potensi daerah yang ditemukan dan dikembangkan.

“Melalui Ponorogo Inotek Award tahun 2026 ini, saya berharap semakin banyak potensi yang dapat ditemukan, dibina dan dikembangkan,” harapnya.

Kepada para penerima penghargaan, Lisdyarita juga mengingatkan agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat.

“Dan kepada para penerima penghargaan, saya menyampaikan selamat kepada semuanya, jadikan penghargaan ini sebagai tanggung jawab untuk terus menghasilkan karya dengan seluas-luas manfaatnya,” paparnya.

Baca juga:
Last Child dan Ndarboy Gank Meriahkan Gelaran Kemilau Pekan Raya Ponorogo

Usai agenda penghargaan, panggung Kemilau Pekan Raya Ponorogo berubah menjadi pusat hiburan. Ndarboy Genk tampil menghibur ribuan warga yang telah menantikan penampilan grup musik asal Yogyakarta tersebut. Alih-alih beranjak pulang, suasana di sekitar Alun-Alun Ponorogo justru semakin ramai seiring bertambah larutnya malam. Sejumlah lagu populer yang dibawakan Ndarboy Genk membuat penonton ikut bernyanyi dan bergoyang bersama.

Kemeriahan semakin terasa ketika Ndarboy Genk berkolaborasi dengan Kajawi, grup musik asal Ponorogo. Kolaborasi tersebut menghadirkan warna tersendiri dalam suguhan hiburan malam penutupan. Tak berhenti di situ, panggung juga menyuguhkan perpaduan musik modern dengan kekayaan budaya lokal. Ndarboy Genk tampil bersama kesenian Reog Ponorogo dan Jaran Tik, menghadirkan pertunjukan yang memadukan hiburan dengan identitas budaya Bumi Reog.

Pesta rakyat tersebut mencapai puncaknya ketika Ndarboy Genk membawakan lagu andalannya, Yogya Istimewa. Penampilan itu semakin meriah dengan pesta kembang api yang menghiasi langit Ponorogo. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 yang selama empat harmenghadirkan ruang promosi potensi daerah, apresiasi inovasi, penguatan ekonomi masyarakat, serta hiburan bagi warga. (ADV)