jatimnow.com - Perguruan tinggi di Indonesia didorong tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kampus diharapkan hadir untuk menjawab berbagai persoalan sosial dan ekonomi, termasuk membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Gagasan tersebut menjadi salah satu isu utama yang akan dibahas dalam Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 yang digelar di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.
Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan, mengatakan pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan kontribusi yang benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi tidak boleh hanya terlihat dari aktivitas akademik, penelitian, maupun publikasi ilmiah.
“Jangan hanya seperti menara gading, tetapi dampaknya tidak dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, manfaat keberadaan perguruan tinggi harus bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kelompok berpendapatan rendah hingga masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi.
Karena itu, transformasi pendidikan tinggi perlu diarahkan agar hasil pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Gagasan tersebut sejalan dengan tema KPPTI 2026, yakni Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis.
Unair dipercaya menjadi tuan rumah konferensi nasional tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 10–13 November 2026 di Kampus MERR-C Unair, Surabaya.
Baca juga:
Tiga Akademisi UNAIR Terlibat Riset Herbal Internasional di Thailand
Forum ini diproyeksikan dihadiri lebih dari 1.670 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perguruan tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), pemerhati pendidikan, asosiasi, hingga mitra lainnya.
Selain forum diskusi, KPPTI 2026 juga menghadirkan pameran yang melibatkan 107 tenant. Pesertanya berasal dari unsur kementerian, perguruan tinggi, mitra perusahaan, dan asosiasi.
Sejumlah agenda strategis turut disiapkan, mulai dari keynote dan plenary sessions yang membahas strategi ekonomi nasional serta transformasi pendidikan. Selain itu, terdapat thematic dan parallel talksyang menjadi ruang diskusi sekaligus pertukaran gagasan antarp perguruan tinggi.
Panitia juga menghadirkan lebih dari 30 pembicara dan sembilan keynote speaker utama untuk memperkaya pembahasan dalam forum tersebut.
Baca juga:
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Percepat Digitalisasi UMKM di Prafi
Madyan berharap, KPPTI 2026 tidak berhenti sebagai ruang bertukar gagasan. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program konkret sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas.
Sebagai tuan rumah, Unair menyatakan komitmennya mendukung transformasi pendidikan tinggi melalui penguatan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui konferensi ini, pendidikan tinggi di Indonesia diharapkan semakin inklusif, humanis, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.