Pixel Code jatimnow.com

Lapak Mulai Diundi, Pedagang Pasar Ngadiluwih Kediri Berharap Lebih Ramai

Editor : Yanuar D  
Undian pedagang Pasar Ngadiluwih. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Undian pedagang Pasar Ngadiluwih. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Setelah dua tahun menempati Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS), para pedagang Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, kini bisa bernapas lega. Mereka berharap pasar yang telah direvitalisasi dengan bangunan lebih bersih dan representatif itu mampu menarik lebih banyak pembeli.

Proses revitalisasi Pasar Ngadiluwih yang terbakar pada 2022 kini hampir sepenuhnya rampung. Seiring dengan penyelesaian pembangunan, para pedagang mulai mengikuti proses pengundian lapak untuk menentukan lokasi berjualan di pasar yang baru.

Para pedagang pun tak sabar segera menempati lapak tersebut. Mereka berharap kepindahan ke pasar baru dapat memulihkan aktivitas ekonomi yang selama ini dinilai kurang maksimal saat berjualan di TPPS.

“Saya lebih senang di sana (Pasar Ngadiluwih), saya berharap pasarnya lebih ramai dan laris,” ucap Siti Muzayanah, salah seorang pedagang pakaian.

Harapan serupa disampaikan Rizal, pedagang ayam. Dia berharap bangunan pasar yang kini lebih representatif dapat mendongkrak penjualan. Berkaca pada geliat ekonomi di Pasar Wates yang menjadi percontohan, Rizal optimistis aktivitas perdagangan di Pasar Ngadiluwih juga bisa kembali tumbuh.

Mewakili pedagang lainnya, Rizal turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito yang dinilai peduli terhadap keberlangsungan Pasar Ngadiluwih.

Baca juga:
Puncak HAN 2026, Pemkab Kediri Soroti Bullying dan Pentingnya Perlindungan Anak

“Kita lihat ke depannya, semoga setelah pindah ke pasar yang baru, ekonominya berjalan lebih baik lagi,” kata Rizal.

Pasar Ngadiluwih yang telah direvitalisasi tersebut menyediakan 705 tempat berjualan, terdiri dari kios, lapak, dan area food court. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, terdapat 714 pedagang yang terdaftar. Sebanyak 76 orang di antaranya masuk dalam daftar tunggu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan pembagian zonasi pedagang telah dilakukan pada akhir Oktober 2026. Saat ini, pihaknya berfokus pada proses pengundian lapak berdasarkan zonasi yang telah ditentukan.

Baca juga:
Mas Dhito Minta KONI Matangkan Persiapan Atlet, Bidik 10 Besar Porprov 2027

Pengundian tersebut dilakukan sesuai instruksi Mas Dhito agar setiap pedagang mendapatkan porsi dan lokasi berjualan secara adil, tanpa harus berebut tempat.

“Setelah pengundian, dijadwalkan pada minggu kedua hingga keempat November, pedagang akan melakukan pembuatan sekaligus pemasangan lapak jualan,” jelasnya.

Sebelumnya, Mas Dhito juga berpesan agar pembagian lapak dilakukan secara merata dan adil. Terlebih, jumlah tempat berjualan yang tersedia dinilai dapat mengakomodasi seluruh pedagang yang telah terdaftar.