Pixel Code jatimnow.com

Dirlantas Polda Jatim Gelar Kampanye Keselamatan di Wilayah Tapal Kuda

Editor : Arif Ardianto  
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono saat berfoto bersama Polisi cilik Banyuwangi.
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono saat berfoto bersama Polisi cilik Banyuwangi.

jatimnow.com - Tingginya angka kecelakaan di Jawa Timur yang mencapai angka 24.500 lebih di tahun 2017, menjadi atensi khusus Direktur lalu lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Heri Wahono SIK.

Untuk menekan angka kecelakaan yang meningkat dari tahun 2016 yang berjumlah 23.070 kejadian, pihaknya mengajak Kepala Satuan Lalu Lintas se tapal kuda untuk bersama-sama giat berkampanye.

"Kecelakaan lalu lintas yang paling tinggi di Kabupaten Malang. Kalau di Banyuwangi tengah-tengah lah," kata Kombes Pol Heri Wahono di Hall Hotel Santika dihadapan ratusan pelajar, mahasiswa, dan perwakilan klub motor dan tokoh masyarakat di Banyuwangi, Selasa (20/3/2018).

Kampanye tersebut, lanjut Kombes Pol Heri, bertujuan untuk meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Baca juga:
Profil AKBP Ramadhan Nasution, Kapolres Gresik Baru Gantikan AKBP Rovan Richard

"Kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh pengemudi swasta dan kedua pelajar. Rata-rata pemicunya faktor manusia, melawan arus atau mengantuk," ujarnya.

Kombes Heri menambahkan, kepada masing-masing Satlantas di Rayon tapal kuda untuk lebih meningkatkan penjagaan dan pengamanan, di titik-titik black spot dan di jalur Pantura untuk mencapai Kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas).

Baca juga:
Polda Jatim Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem saat Libur Nataru

"Jangan lupa berdoa sebelum berkendara," pesannya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam