Pixel Code jatimnow.com

Aksi Bersih Kali Tebu Surabaya: 350 Relawan Angkut 3,12 Ton Sampah

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Sejumlah relawan membentangkan poster ketika menyusuri sungai dalam aksi pembersihan massal di Kali Tebu, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (27/9/2026). (Foto: Ecoton for jatimnow.com)
Sejumlah relawan membentangkan poster ketika menyusuri sungai dalam aksi pembersihan massal di Kali Tebu, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (27/9/2026). (Foto: Ecoton for jatimnow.com)

jatimnow.com - Peringatan Hari Sungai Sedunia 2026 menjadi momentum penting mempercepat penanganan darurat sampah perairan di kawasan perkotaan. Dalam aksi pembersihan massal di Kali Tebu Surabaya, Jawa Timur, sebanyak 350 relawan berhasil mengangkut 3,12 ton sampah dari aliran hulu hingga hilir, Minggu (27/9/2026).

Aksi yang dipusatkan di SMPN 58 Surabaya ini digagas oleh Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) bersama Satgas Sungai Lestari Kali Tebu. Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan World Rivers Day yang diperingati setiap pekan keempat September secara global.

Ketua Satgas Sungai Lestari Kali Tebu, Ayu, melaporkan langsung capaian pembersihan tiga zona sungai tersebut kepada Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono melalui teleconference.

"Dari tiga zona hulu, tengah, dan hilir, kami mengevakuasi 3,12 ton sampah. Jumlah ini mengonfirmasi bahwa penanganan pencemaran Kali Tebu membutuhkan pengawasan rutin dan kerja kolaboratif lintas sektor," ujar Ayu.

Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari Program Sungai Lestari, hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).

Program yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Kementerian Lingkungan Hidup ini diimplementasikan oleh UNDP Indonesia, Clean Rivers, dan Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).

Penuangan 300 liter eco enzyme, cairan fermentasi sampah organik, oleh Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya untuk memperbaiki kualitas air. (Foto: Ecoton for jatimnow.com)Penuangan 300 liter eco enzyme, cairan fermentasi sampah organik, oleh Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya untuk memperbaiki kualitas air. (Foto: Ecoton for jatimnow.com)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Muhammad Fikser, mengapresiasi gerakan masyarakat yang dinilainya mulai menunjukkan dampak positif terhadap perubahan perilaku warga bantaran.

Baca juga:
Pelajar Temukan 27 Partikel Mikroplastik di Sampel Air Kali Surabaya

"Intervensi ini sangat membantu pemerintah daerah. Mulai terlihat pergeseran pola pikir masyarakat yang kini lebih peduli terhadap keberlanjutan ekosistem sungai," kata Fikser.

Selain pengangkutan sampah, aksi pemulihan ekosistem Kali Tebu diwarnai penuangan 300 liter eco enzyme, cairan fermentasi sampah organik, oleh Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya untuk memperbaiki kualitas air.

Pada saat bersamaan, puluhan pelajar SMPN 58 Surabaya melakukan penanaman pohon di sepanjang bantaran.

Data Ecoton mencatat, sepanjang Mei hingga September 2026, program Mission for Zero Plastic Leakage (MOZAIK) di Kali Tebu telah mengevakuasi total 122,5 ton sampah menggunakan penyekat sampah (trashboom). Dari total sampah yang dipilah sebanyak 95,9 ton, komposisi terbanyak didominasi oleh sampah residu sebesar 84,1 persen.

Baca juga:
Ecoton Ajak 50 Pelajar SMA Kenali Ekosistem Kali Surabaya di Gresik

Secara rinci, lima jenis sampah terbesar yang mencemari Kali Tebu meliputi residu non-plastik sebesar 50,16 ton (53,35 persen), popok sekali pakai sebanyak 30,51 ton (32,44 persen), sampah organik daun dan bangkai hewan sebesar 3,5 ton (3,73 persen), ranting dan kayu 3 persen, serta kantong plastik kresek sebanyak 2,3 ton.

Direktur Eksekutif Ecoton, Daru Setyorini, menegaskan bahwa tingginya angka timbulan popok dan residu menunjukkan lemahnya pengelolaan sampah dari sumber utamanya, yakni rumah tangga.

"Data pemilahan ini menjadi dasar evaluasi mendasar. Penyelesaian krisis pencemaran sungai tidak bisa hanya mengandalkan pembersihan di hilir, tetapi wajib dimulai dari edukasi dan pemilahan ketat di tingkat rumah tangga," tegas Daru.

Setelah Surabaya dan Surakarta, perluasan perluasan Program Sungai Lestari dijadwalkan menyasar Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, hingga Kota Bekasi mulai Oktober 2026.