jatimnow.com - Sebanyak 425 pendonor darah di Kota Surabaya menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya setelah tercatat 50 kali mendonorkan darah.
Penghargaan diberikan dalam rangka HUT ke-81 PMI. Penyerahan piagam berlangsung di Graha Sawunggaling, Kamis (17/9/2026), dan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto.
Lilik mengapresiasi konsistensi para pendonor yang terus menyumbangkan darah untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
“Kami bersama PMI Kota Surabaya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Setetes darah sangat bermanfaat untuk masyarakat Kota Surabaya. Dedikasi hingga 50 kali donor berturut-turut ini patut diapresiasi,” ujar Lilik.
Menurut dia, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah dan PMI terhadap kepedulian warga. Meski tidak sebanding dengan kontribusi para pendonor, piagam itu menjadi simbol terima kasih atas aksi kemanusiaan yang telah dilakukan secara konsisten.
Lilik berharap momentum HUT PMI tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi penggerak bagi semakin banyak warga untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
“Tekad kepedulian yang bermotivasi dan bergerak bersama tidak boleh sekadar menjadi moto, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam rencana kerja kita ke depan,” katanya.
Ia juga mendorong agar donor darah berkembang menjadi budaya kepedulian masyarakat Surabaya. “Surabaya harus menjadi kota yang kuat rasa kemanusiaannya. Di mana warganya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga peduli ketika ada orang lain yang membutuhkan,” tutur Lilik.
Ketua Harian PMI Kota Surabaya Taufik Rohman Hidayat mengatakan ketersediaan darah di Surabaya hingga kini masih terpenuhi.
Baca juga:
PMI Surabaya Terjunkan Tim Pulihkan Trauma Keluarga Korban KM Virgo Transport 8
PMI Surabaya mempertahankan ritme donor rata-rata 12.000 pendonor setiap bulan. Jumlah itu setara sekitar 300 hingga 400 pendonor setiap hari.
“Animo masyarakat Surabaya sangat tinggi, bahkan potensinya melebihi 12.000. Namun, ritmenya harus kita atur sesuai kebutuhan rumah sakit di Surabaya agar stok darah tidak berlebih dan terbuang sia-sia,” kata Taufik.
Menurut dia, tingginya partisipasi warga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darah di Surabaya. Dalam kondisi tertentu, pasokan dari PMI Surabaya bahkan dapat disalurkan untuk membantu kebutuhan di wilayah Indonesia Timur.
“Nilai gotong royong dan kebersamaan warga Surabaya ini luar biasa, bahkan pasokan kita kadang bisa membantu kebutuhan hingga ke wilayah Indonesia Timur,” ungkapnya.
Untuk golongan darah langka atau khusus, PMI Surabaya menerapkan sistem on-call. Pendonor dengan golongan darah tertentu ditempatkan dalam jaringan khusus sehingga dapat dihubungi ketika stok golongan darah yang dibutuhkan menipis.
Baca juga:
IKPI Surabaya Gelar Donor Darah, Sumbang Rp50 Juta untuk PMI
Dari 425 pendonor yang menerima penghargaan tahun ini, sebanyak 380 orang merupakan laki-laki. Sisanya adalah pendonor perempuan.
Berdasarkan pemetaan wilayah, Kecamatan Gubeng menjadi wilayah dengan jumlah penerima penghargaan terbanyak.
Taufik mengatakan jumlah penerima penghargaan bagi pendonor yang telah mencapai 50 kali donor relatif konsisten dari tahun ke tahun, yakni berada di kisaran 400 orang.
“Rata-rata setiap tahun penerima penghargaan 50 kali donor ini berada di angka 400-an orang. Ini membuktikan konsistensi warga Surabaya dalam menjaga tradisi kemanusiaan,” tandasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-87612-425-warga-surabaya-raih-penghargaan-usai-donor-darah-50-kali