jatimnow.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta penyaluran bantuan pangan (banpang) di Jawa Timur dipercepat. Hingga Kamis (3/9/2026), bantuan berupa beras tersebut baru tersalurkan sekitar 43 persen dari total alokasi 5,69 juta penerima bantuan pangan (PBP).
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan Jawa Timur mendapat alokasi sekitar 170.000 ton beras untuk program bantuan pangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 74.000 ton telah disalurkan hingga Kamis sore.
“Untuk Provinsi Jawa Timur itu total ada 170.000 ton untuk 5,69 juta PBP. Di Jatim sudah 74.000 ton disalurkan atau 43 persen per kemarin sore,” kata Andriko saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) penyaluran banpang di Kelurahan Jingglong, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jumat (4/9/2026).
Andriko mengatakan, penyaluran bantuan pangan di Jawa Timur ditargetkan rampung lebih cepat dari target nasional. Jika Bulog menargetkan seluruh penyaluran selesai paling lambat akhir September 2026, khusus Jawa Timur diharapkan sudah tuntas pada pertengahan September.
“Harapan dari Kepala Bapanas, penyaluran harus dilakukan secepat-cepatnya. Bulog bersedia untuk menyelesaikan ini paling lambat sampai akhir September. Tetapi di Jawa Timur ini pertengahan September insyaallah semua sudah selesai,” ujarnya.
Menurut Andriko, percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan segera diterima masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah, terutama kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Secara nasional, bantuan pangan tersebut menyasar sekitar 33,2 juta PBP. Masing-masing penerima mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk alokasi tiga bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram beras.
“Banpang ini oleh Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem kita, ya desil 1, 2, 3, 4,” terangnya.
Penyaluran di Ponorogo Capai 60 Persen
Salah satu wilayah yang dipantau langsung Bapanas dalam percepatan penyaluran tersebut adalah Kabupaten Ponorogo. Hingga Jumat (4/9/2026), penyaluran bantuan pangan di daerah tersebut telah mencapai sekitar 60 persen.
Andriko melakukan sidak penyaluran banpang di Kelurahan Jingglong, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, bersama jajaran Bulog, pemerintah daerah, dan Satgas Pangan.
Dalam kunjungan tersebut, Andriko berdialog dengan ratusan penerima bantuan yang berkumpul di aula Kantor Kelurahan Jingglong, Jalan MT Haryono.
“Untuk di Kabupaten Ponorogo sudah 60 persen ya. Tinggal 40 persen, pertengahan September,” ungkap Andriko.
Baca juga:
Bapanas Cek Harga dan Stok Bapokting di Pasar Legi Ponorogo
Kabupaten Ponorogo memiliki 141.935 PBP yang menjadi sasaran program bantuan pangan. Sementara di Kelurahan Jingglong terdapat 107 PBP yang menerima bantuan.
Para penerima dikumpulkan di balai kelurahan sebelum bantuan beras disalurkan oleh Bulog.
“Untuk di Kelurahan Jingglong ini yang menerima 107 PBP. Dikumpulkan di balai kelurahan oleh lurah, kemudian oleh kawan-kawan Bulog disalurkan,” jelas Andriko.
Andriko mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan proses penyaluran bantuan pangan berjalan sesuai ketentuan dan bantuan diterima masyarakat yang menjadi sasaran.
Dalam pemantauan tersebut, turut hadir Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto, Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo Masun, perwakilan Bulog Jawa Timur, Satgas Pangan, serta Lurah Jingglong.
Bulog Ponorogo Targetkan Rampung 15 September
Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Ponorogo, Magetan, dan Pacitan. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 315.000 PBP di tiga wilayah tersebut.
Baca juga:
Pemkot Kediri Bersama Bapanas Intensifkan Pemantauan Harga dan Stok Bahan Pokok
Khusus Kabupaten Ponorogo, terdapat 141.935 penerima. Penyaluran bantuan telah dilakukan sejak pekan sebelumnya dan kini telah mencapai hampir 60 persen.
“Untuk Kabupaten Ponorogo sendiri, total penerimanya sejumlah 141.935. Alhamdulillah mulai minggu kemarin sudah kita salurkan dan sudah realisasi hampir 60 persen,” ujar Budiwan.
Bulog Ponorogo menargetkan seluruh bantuan pangan di wilayahnya selesai disalurkan sekitar 15 September 2026.
“Harapan kami sesuai target di tanggal 15-an nanti bisa seluruhnya terselesaikan,” imbuhnya.
Salah satu penerima bantuan di Kelurahan Jingglong, Bonari, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan beras tersebut. Bantuan sebanyak 30 kilogram dinilai membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Alhamdulillah, maturnuwun Pak Prabowo. Saya mendapatkan bantuan. Bisa untuk makan sehari-hari,” pungkas Bonari.
URL : https://jatimnow.com/baca-87281-bapanas-minta-penyaluran-bantuan-pangan-di-jatim-dipercepat