jatimnow.com - Harga tiket ekonomi dalam laga perdana Persik Kediri Super League 2026/2027 melawan Dewa United di Stadion Brawijaya, Sabtu (5/9/2026) dipastikan turun.
Harga tiket kelas ekonomi tersebut turun Rp10.000 dibandingkan musim sebelumnya yang dibanderol Rp60.000. Harapannya mampu meningkatkan animo Persik Mania menonton langsung laga di stadion
Ketua Panpel Persik Kediri Widodo menjelaskan, penentuan harga tiket laga perdana bersama Persik Mania mempertimbangkan sejumlah faktor, salah satunya kondisi ekonomi suporter.
Menurutnya, meski penetapan harga tiket merupakan kewenangan manajemen, Panpel turut memberikan masukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan suporter Persik Kediri.
“Sebetulnya itu berapa jumlah berapa harga tiket itu kan domainnya manajemen ya, tapi kami dari Panpel tetap mengajak apa ya ngobrol karena suporter kan banyak dari Persik Kediri,” terangnya.
Ia berharap penurunan harga tiket tersebut dapat meningkatkan animo Persik Mania untuk hadir langsung memberikan dukungan pada pertandingan perdana Persik Kediri musim ini.
Baca juga:
Sukses Curi Poin Dari Kandang Arema FC, Ini Kata Pelatih Persik Kediri
“Harapannya dengan tiket yang boleh dibilang super murah ini juga bisa membangkitkan animo Persik Mania untuk mendukung langsung, datang langsung di Stadion Brawijaya, Kediri. Karena Persik ini membutuhkan dukungan suporter,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres menilai kehadiran suporter merupakan bagian penting dari kekuatan tim. Dukungan dari tribun disebut mampu memberikan energi tambahan bagi para pemain saat berlaga di Stadion Brawijaya.
“Tim ini sangat kuat lebih kuat ketika bersama dengan para suporter ketika kita bermain di Brawijaya dan Brawijaya dalam kondisi yang sangat penuh kita seperti bermain dengan pemain yang ke-12,” katanya.
Baca juga:
Ribuan Personel Gabungan Disiapkan Amankan Laga Derby Jatim Arema FC vs Persik
Menurut Marcos, dukungan suporter tidak hanya dibutuhkan ketika bermain di kandang. Kehadiran Persik Mania di tribun tandang juga dapat memberikan motivasi tambahan bagi pemain.
“Jadi mereka bisa melihat untuk siapa mereka bermain dan Persik juga biasanya tampil lebih baik ketika bersama para suporter,” imbuhnya.
Untuk mekanisme penjualan, Panpel Persik Kediri masih mempertahankan sistem penjualan tiket secara 100 persen online seperti musim-musim sebelumnya. Penjualan tiket juga tetap dilakukan dengan bersinergi bersama komunitas suporter.