Pixel Code jatimnow.com

Ribuan Warga di Tulungagung Antre Sembako Dalam Ritual Sembahyang Pho Thouw

Editor : Bramanta  
Warga antre sembako dalam sembahyang Pho Touw di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Warga antre sembako dalam sembahyang Pho Touw di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan warga Kabupaten Tulungagung, rela antre lama dan berdesak desakan untuk mendapatkan paket sembako di Klenteng Tjoe Tik Kiong. Ribuan paket sembako disiapkan panitia dalam ritual sembahyang Pho Touw atau Ulambana. Sejumlah personel polisi dan TNI disiagakan, agar warga tertib dalam antrian.

Pengurus Klenteng Tjoe Tik Kiong, Wibitono mengatakan sembahyang ini merupakan ritual tahunan yang digelar oleh umat Tri Dharma setiap tanggal 15 bulan 7 tahun Imlek. Mereka percaya dalam bulan tersebut seluruh arwah manusia kembali turun ke Bumi.

"Sembahyang ini digelar untuk mendoakan para arwah yang turun ke bumi, selain itu juga mendoakan arwah yang sudah tidak mempunyai keluarga lagi," ujarnya, Senin (31/08/2026)

Sebanyak 2.600 paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng dan mie instant disiapkan oleh panitia tahun ini. Untuk menghindari warga berdesakan, mereka mengatur antrian dengan mendahulukan lansia dan anak anak. Banyaknya warga yang ikut membawa balita dan anak kecil, membuat petugas harus kerja keras mengatur antrian.

Baca juga:
Gagal Berangkatkan Haji, Pria Asal NTB ditangkap Polres Tulungagung

"Tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, mereka yang ngantri kabarnya dari luar kota, ada yang Kediri, Nganjuk, Tulungagung juga." imbuhnya.

Pembagian sembako ini menarik minat masyarakat setempat. Mereka bahkan sudah antri sejak pagi hari, sebelum ritual sembahyang dimulai. Sutini, salah seorang warga mengaku sudah ikjut antri sejak pukul 10 pagi. Dengan mengajak anaknya yang masih balita, Sutini rela berdesakan dengan lainnya. Bantuan sembako ini rencananya akan digunakan untuk kebutuhan sehari- hari.

Baca juga:
Pelajar SMP di Tulungagung Tewas Kecelakaan Usai Pulang Sekolah

"Lumayan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari hari dan mengirit uang belanja," pungkasnya.