Pixel Code jatimnow.com

Warga Keluhkan Aktivitas Dapur SPPG di Jalan Mastrip Probolinggo

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Ide Farid Nasution
GAPEMBI Kota Probolinggo saat mengecek dapur SPPG yang dikeluhkan warga. (Foto: Ide Farid Nasution/ jatimnow.com)
GAPEMBI Kota Probolinggo saat mengecek dapur SPPG yang dikeluhkan warga. (Foto: Ide Farid Nasution/ jatimnow.com)

jatimnow.com - Aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Mastrip, Gang Ukiran, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, mendapat sorotan setelah dikeluhkan warga sekitar.

Warga menilai operasional dapur program penyediaan makanan bergizi tersebut mengganggu kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka. Keluhan utama warga berpusat pada keramaian yang ditimbulkan oleh para pegawai dapur, terutama pada jam-jam tertentu. 

Hasan, salah satu warga yang rumahnya berada tepat di sebelah area dapur SPPG, mengungkapkan bahwa kebisingan paling terasa saat aktivitas pencucian wadah makanan berlangsung.

"Hanya agak ramai saat proses pencucian ompreng oleh pegawainya," tutur Hasan, Rabu (19/8/2026).

Menanggapi aduan terkait keluhan masyarakat tersebut, jajaran pengurus Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Kota Probolinggo langsung bergerak cepat turun tangan.

Selain mengecek kondisi fisik dapur, para petinggi GAPEMBI juga mendatangi warga untuk berkomunikasi secara langsung dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Dewan Pakar GAPEMBI Louis Hariona menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutupi atau membela kesalahan pengelola dapur.

Baca juga:
Keracunan Diduga Karena MBG Terjadi di Tulungagung, SPPG Pakisrejo Ditutup

Ia memastikan bahwa kritik dan teguran akan diberikan secara objektif demi perbaikan operasional ke depan.

"Fungsi dewan pakar sudah jelas, jika ada dapur yang salah saya sendiri yang akan kritik dan target kita adalah memperbaiki semua yang dianggap salah," ujar Louis.

Ia menambahkan, dari hasil peninjauan sementara, ditemukan tiga SPPG di Kota Probolinggo yang memang memerlukan evaluasi dan pembenahan. Kendati demikian, kekurangan yang ditemukan masih dalam batas toleransi dan belum termasuk dalam kategori pelanggaran persyaratan wajib Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca juga:
Bukan Tolak MBG, PDIP Kritik Pelaksanaan yang Berpotensi Jadi Proyek Bancakan

Senada dengan hal tersebut, Ketua GAPEMBI Kota Probolinggo Nur Fathur menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan oleh masyarakat.

Pihaknya berjanji akan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem operasional agar tidak lagi mengganggu kenyamanan warga sekitar.

"Terima kasih atas saran dan kritiknya, ini akan menjadi langkah kami untuk berbenah," pungkas Nur Fathur.