Pixel Code jatimnow.com

Jembatan Merah Putih di Sawoo Ponorogo Diresmikan, Permudah Aktivitas Warga

Editor : Yanuar D   Reporter : Ahmad Fauzani
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto bersama Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno dan Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo saat peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Mingging, Ponorogo. (Foto: Prokopim Pe
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto bersama Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno dan Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo saat peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Mingging, Ponorogo. (Foto: Prokopim Pe

jatimnow.com - Penantian warga Dusun Mingging, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, untuk kembali memiliki akses jembatan yang layak akhirnya terwujud. Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun Polri di wilayah tersebut resmi diresmikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Kamis (13/8/2026) siang.

Peresmian ditandai dengan pemotongan bunga dan dihadiri Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, jajaran PJU Polda Jatim, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo serta Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra.

Sebelum jembatan baru tersebut dibangun, warga harus menggunakan jembatan darurat berbahan bambu atau sesek setelah jembatan lama rusak diterjang banjir pada momentum Lebaran 2026.

Kondisi itu membuat kendaraan roda empat tak bisa melintas. Akibatnya, aktivitas warga dari empat dukuh di sekitar lokasi ikut terdampak.

Usai meresmikan jembatan, Irjen Pol Nanang Avianto meninjau langsung kondisi bangunan. Ia memastikan jembatan tersebut dapat digunakan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

Menurut Nanang, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak hanya menyelesaikan persoalan akses, tetapi juga membantu warga menghemat jarak dan waktu perjalanan.

“Kehadiran jembatan Merah Putih Presisi ini tak sekadar menjadi akses penghubung, tetapi juga memangkas jarak dan waktu tempuh warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan lebih jauh,” kata Nanang.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Jembatan ini bisa dimanfaatkan baik ya sama masyarakat, yang tadinya nggak ada atau mungkin kurang bagus jadi lebih bagus lagi,” ujarnya.

Nanang menyebut pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi terus dilakukan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Dalam pelaksanaannya, Polri juga menggandeng pemerintah daerah.

“Berapa tempat sudah disiapkan, dan kita juga kerja sama dengan pemerintah, kerja sama untuk membangun Jembatan Merah Putih Presisi,” jelasnya.

Baca juga:
Polres Ponorogo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan Musik

Sementara itu, warga setempat menyambut gembira selesainya pembangunan jembatan tersebut.

Misni, salah seorang warga, mengatakan rusaknya jembatan sebelumnya sempat membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Warga kemudian berinisiatif membuat akses sementara menggunakan bambu agar kendaraan roda dua tetap bisa melintas.

“Dampaknya masyarakat yang empat dukuh ini sangat-sangat merasa lumpuh. Terus inisiatif warga itu jembatan darurat pakai bambu,” ungkap Misni.

Kini, kondisi tersebut berubah setelah Polri membangun Jembatan Merah Putih Presisi.

Menurutnya, akses tersebut sangat membantu berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari mobilitas anak sekolah, aktivitas petani hingga pedagang.

Baca juga:
Libur Sekolah, Polres Ponorogo Gencarkan Razia Balap Liar

“Dulu kan pakai sesek, enggak bisa masuk roda empat. Setelah dibangun Jembatan Merah Putih ini, alhamdulillah akses anak sekolah, petani, pedagang sangat-sangat terbantu,” katanya.

Misni berharap jembatan tersebut dapat terus digunakan dan menjadi akses penting bagi warga di empat dukuh yang selama ini terdampak putusnya jembatan.

Secara nasional, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meresmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara virtual. Peresmian dipusatkan di Jalan Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya Polri membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang memiliki keterbatasan akses.

Polri mencatat telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan secara swadaya yang tersebar di 30 wilayah Polda. Total panjang jembatan tersebut mencapai 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar dua juta masyarakat.