Pixel Code jatimnow.com

Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa Kembali Dilanjutkan

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.  (Foto/Basarnas)
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. (Foto/Basarnas)

jatimnow.com - Tim SAR gabungan kembali menerjunkan penyelam dan helikopter untuk menyisir perairan Laut Jawa, Senin (28/9/2026). Langkah ini diambil guna memperluas area pencarian 68 korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan.

Kapal KN SAR Kamajaya memimpin pergerakan dari pelabuhan sejak pukul 08.33 WITA menuju titik koordinat insiden. Tak lama setelah tiba di lokasi, dua tim penyelam spesialis langsung turun menyelami dasar laut untuk memindai bangkai kapal serta area sekitarnya.

Upaya pencarian bawah air tersebut dengan cepat membuahkan hasil. Pada pukul 09.40 WITA, personel penyelam menemukan satu korban baru yang langsung dievakuasi ke atas KRI Gusti Ngurah Rai untuk penanganan lebih lanjut.

Penyisiran tak hanya mengandalkan armada laut. Basarnas turut mengerahkan helikopter HR-3604 dari udara guna mempercepat evakuasi dua jenazah lain yang sebelumnya ditemukan di pesisir Kabupaten Sukamara untuk diterbangkan langsung ke Palangkaraya.

Baca juga:
Korban KM Virgo Transport 8 Asal Jember Teridentifikasi, Jenazah Dimakamkan

Data resmi Basarnas per pukul 10.00 WITA mencatat, dari total 243 penumpang yang terdaftar dalam manifest kapal, sebanyak 175 orang berhasil ditemukan. Rinciannya, 108 penumpang dinyatakan selamat dan 67 orang meninggal dunia.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii memastikan seluruh alutsista udara, laut, dan personel darat dikerahkan secara maksimal untuk memburu waktu emas operasi pencarian.

Baca juga:
Update Kecelakaan KM Virgo Transport 8: Tim SAR Temukan 172 Korban

"Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dan memperkuat koordinasi lintas unsur agar sisa korban hilang bisa segera ditemukan. Setiap perkembangan di lapangan langsung ditindaklanjuti sesuai standar operasional," ujarnya.

Operasi kemanusiaan skala besar ini melibatkan sinergi dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, hingga relawan potensi SAR lokal. Penyisiran intensif diproyeksikan terus berlanjut dengan memperhitungkan kondisi cuaca serta arah arus perairan Laut Jawa.