Pixel Code jatimnow.com

Mendengar Pesan Kapolda Jatim saat Buka Pesmaba UMM

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Avirista Midaada
Kapolda Jatim Nanang Avianto saat membuka Pesmaba UMM (foto: Aris/jatimnow.com)
Kapolda Jatim Nanang Avianto saat membuka Pesmaba UMM (foto: Aris/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa asing dari 29 negara mengikuti Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM). Maba itu menjadi bagian dari 5.636 maba yang diterima UMM tahun akademik 2026 - 2027. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto membuka kegiatan Pesmaba, pada Selasa (8/9/2026), sekaligus mengajak ribuan mahasiswa baru (maba) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) untuk menjadi generasi penerus bangsa yang turut membangun Indonesia ke depannya.

Nanang mengungkapkan, mahasiswa baru wajib memandang masa studi sebagai langkah awal mempersiapkan kontribusi nyata. Ia mendorong mahasiswa agar tidak pasif, melainkan proaktif mengembangkan diri untuk memegang peran penting di tengah masyarakat. 

Ia meyakini dan menaruh harapan besar agar kelak dapat menyaksikan para mahasiswa angkatan ini sukses menduduki posisi strategis, mulai dari rektor, dosen, hingga pemimpin bangsa.

“Adik-adik yang hadir di sinilah yang kelak akan mengisi masa depan. Kalian yang akan mengubah kondisi bangsa ini menjadi jauh lebih baik dari sekarang,” kata Nanang Avianto di UMM.

Baca juga:
5.636 Maba UMM Jalani Pesmaba, Ada Mahasiswa Asing Dari 29 Negara

Nanang menjelaskan, prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi hal fundamental saat ini. Apalagi mahasiswa menjadi bagian dari generasi penerus yang selalu berupaya mencetak prestasi yang melampaui capaian generasi sebelumnya. 

Sistem pendidikan yang sejati, tegasnya, tidak cukup hanya mencetak intelektual bernilai akademik tinggi, tetapi harus menciptakan sumber daya manusia solutif yang bisa menerjemahkan ilmunya menjadi tindakan aplikatif

Baca juga:
Terseret Kasus Penipuan Arisan Online, Ratu Felisha Penuhi Panggilan Penyidik Polda Jatim

“Mahasiswa baru bukan hanya sebagai peserta kegiatan pengenalan kampus, melainkan sebagai generasi yang kelak memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap masyarakat dan bangsa. Perubahan tersebut membutuhkan keberanian untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat,” terangnya.