Pixel Code jatimnow.com

Aplikasi E-Perca Permudah UMKM Kain Perca Sidoarjo Catat Keuangan

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
UHW Perbanas menghadirkan aplikasi E-Perca untuk membantu UMKM kain perca di Sidoarjo mengelola pesanan, laporan keuangan, dan pemasaran digital. (Foto: Eko for jatimnow.com)
UHW Perbanas menghadirkan aplikasi E-Perca untuk membantu UMKM kain perca di Sidoarjo mengelola pesanan, laporan keuangan, dan pemasaran digital. (Foto: Eko for jatimnow.com)

jatimnow.com - Digitalisasi mulai mengubah cara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengelola bisnisnya. Kelompok UMKM Pengrajin Kain Perca di Desa Bluru Kidul, Kabupaten Sidoarjo, kini memanfaatkan aplikasi berbasis web E-Perca untuk mengelola pesanan pelanggan sekaligus menyusun laporan keuangan secara lebih tertata.

Aplikasi tersebut dikembangkan melalui program pendampingan Tim Dosen Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM berbasis teknologi.

Salah satu pengrajin kain perca, Ismayati, mengatakan aplikasi mulai digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Menurutnya, sejumlah pesanan dari konsumen sudah masuk melalui E-Perca, sementara pencatatan keuangan kini dapat dilakukan dengan lebih baik.

"Alhamdulillah, aplikasi E-Perca yang diajarkan oleh UHW Perbanas sudah mulai digunakan untuk menerima pesanan. Kami juga sudah bisa membuat laporan keuangan dengan benar," ujarnya.

Tak hanya memperbaiki tata kelola usaha, kelompok pengrajin juga mulai memperluas pemasaran melalui kanal digital seperti Instagram dan berbagai platform e-commerce.

Ismayati menilai pendampingan dari UHW Perbanas memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha kelompoknya. Selain memperluas jangkauan pasar, para pengrajin juga semakin termotivasi menciptakan produk baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan.

Sebelumnya, kelompok UMKM tersebut juga memperoleh pelatihan pembuatan produk baru berupa gantungan kunci dan selongsong benang berbahan kain perca. Diversifikasi produk itu diharapkan menambah pilihan cendera mata bagi konsumen sekaligus meningkatkan nilai jual limbah tekstil yang diolah para pengrajin.

Baca juga:
20 Pemuda Surabaya Raih Beasiswa Kuliah Gratis di UHW Perbanas

Dosen UHW Perbanas, Ari Cahya Puspitaningrum, mengatakan Rumah Perca Bluru Kidul dipilih sebagai mitra pengabdian masyarakat karena memiliki potensi besar dalam mengolah limbah kain menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Menurut Ari, pendampingan tidak hanya berfokus pada digitalisasi administrasi usaha, tetapi juga mencakup penguatan identitas merek, strategi pemasaran digital, hingga peningkatan tata kelola bisnis.

"Rumah Perca Bluru Kidul memiliki potensi yang sangat baik. Para pengrajin mampu mengubah limbah kain perca menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai jual. Karena itu, kami ingin membantu meningkatkan daya saing mereka melalui penguatan branding, digitalisasi tata kelola dan pemasaran, hingga pengelolaan usaha berbasis teknologi," katanya.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, tim UHW Perbanas Surabaya juga menyerahkan mesin jahit quilting dan mesin bordir komputer. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik.

Baca juga:
Tessa Cerdas, Solusi Bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Selain itu, para pengrajin mendapatkan pendampingan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) produksi serta dokumentasi quality control agar standar mutu produk tetap terjaga.

Program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat Tim Dosen UHW Perbanas yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.

Melalui rangkaian pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi, UHW Perbanas berharap Rumah Perca Bluru Kidul mampu berkembang menjadi UMKM yang lebih kompetitif, berkelanjutan, serta memiliki daya saing lebih kuat di pasar digital.