Pixel Code jatimnow.com

Penipuan Emas, BRI Lontar Surabaya Pindah, Warga Desa Melek QRIS

Editor : Yanuar D  
Kombes Pol Bimo Ariyanto (kiri) dalam press conference di Polda Jatim. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)
Kombes Pol Bimo Ariyanto (kiri) dalam press conference di Polda Jatim. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengungkapan sindikat penipuan emas di balik Lapas Nusakambangan menjadi pilihan pembaca, pada Senin (4/8/2026).

Disusul rencana pindah BRI Unit Lontar Surabaya serta warga desa di Kediri yang mulai melek QRIS

Redaksi merangkum ketiga berita pilihan pembaca tersebut.

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Emas yang Dikendalikan dari Nusakambangan

Direktorat Reserse Siber (Ditresiber) Polda Jatim membongkar sindikat penipuan daring yang dikendalikan dari balik Nusakambangan. Para pelaku menjalankan aksi kejahatannya dengan menawarkan emas murah kepada calon korbannya. Dari hasil penyelidikan sementara, komplotan ini mampu meraup Rp3,7 miliar dari lima korbannya di Jawa Timur.

Baca juga:
Kolaborasi Unisla, Arema Lolos Lisensi AFC, Tim Raimas Kalam Munyeng

BRI Unit Lontar Surabaya Pindah ke Lokasi Baru Mulai 18 Agustus 2026

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan memindahkan operasional BRI Unit Lontar Surabaya ke kantor baru mulai 18 Agustus 2026. Relokasi dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan layanan sekaligus menghadirkan akses perbankan yang lebih mudah bagi masyarakat di kawasan Surabaya Barat.

Warga Desa Mulai Melek QRIS, Mahasiswa KKN UB Bantu UMKM di Kediri Adaptasi

Pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai menjadi pilihan masyarakat di desa-desa Kabupaten Kediri, termasuk Desa Jajar, Kecamatan Wates. Namun, di tengah meningkatnya minat warga bertransaksi secara non-tunai, sayangnya masih banyak pelaku UMKM yang belum mengadopsi QRIS karena terbatasnya pemahaman dan pendampingan.

Baca juga:
Hidupkan Bandara, PMI Terkurung dalam Peti Es, Disorientasi Seksual