Pixel Code jatimnow.com

Niat Berburu Burung, Pria di Jember Tewas Tertembak Senapan Angin Sendiri

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Sugianto
Korban tewas tertembak senapan angin sendiri. (Foto: Polsek Wuluhan for jatimnow.com)
Korban tewas tertembak senapan angin sendiri. (Foto: Polsek Wuluhan for jatimnow.com)

jatimnow.com – Niat hati mencari burung incaran, seorang pria di Kabupaten Jember justru meregang nyawa akibat senapan anginnya sendiri. Korban yang diketahui bernama M. Yusuf Hariawan (35), warga Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, tewas usai tak sengaja menembak perutnya sendiri.

Peristiwa nahas ini terjadi di Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, tempat korban biasa berburu.

Kapolsek Wuluhan, Iptu Handoko, membeberkan kronologi kejadian yang bermula saat korban berburu bersama seorang temannya. Sembari memantau burung incaran, korban diketahui sempat bersantai dan bolak-balik meminum kopi di sebuah warung dekat lokasi perburuan.

Namun saat ketiga kalinya kembali ke warung, korban tidak lagi membawa senapan angin laras panjangnya. Ia datang dalam kondisi bersimbah darah pada bagian perut.

Menahan rasa sakit yang luar biasa, korban langsung memegangi perut sebelah kanannya dan meminta tolong kepada pemilik warung serta temannya. Kepada mereka, korban mengaku bahwa ia tak sengaja menembak dirinya sendiri.

Baca juga:
Pemburu asal Malang Tewas Tertembak Teman di Blitar, Disangka Ayam Hutan

Melihat kondisi kritis tersebut, teman korban dan pemilik warung seketika panik dan langsung menghubungi Polsek serta Puskesmas Wuluhan. Teman korban yang melakukan pengecekan ke area pekarangan akhirnya menemukan senapan angin milik korban tergeletak di sebuah gang, berjarak sekitar 12 meter dari warung kopi.

Sayangnya, nyawa korban tak tertolong. Saat petugas kepolisian dan tim medis Puskesmas tiba di lokasi untuk melakukan pertolongan pertama, M. Yusuf Hariawan dinyatakan telah meninggal dunia akibat pendarahan hebat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar oleh tim medis, penyebab kematian korban murni karena kecelakaan tunggal (human error).

Baca juga:
Perjalanan Tewasnya Pria di Probolinggo Tertembak Senapan Angin Majikan

"Keterangan dari tim medis, ditemukan luka tembak di bawah tulang rusuk kanan. Peluru senapan angin tersebut diperkirakan menembus hingga ke paru-paru korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka lain di tubuhnya," jelas Handoko menegaskan.

Pihak kepolisian kemudian menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga. Orang tua dan keluarga korban menyatakan telah ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah atau takdir, menolak proses autopsi lanjutan, dan langsung membawa jenazah ke rumah duka di Kecamatan Puger untuk segera dimakamkan.